Bambang Nurdiansyah Gantikan Rahmad Darmawan Pimpin Persija

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Rahmad Darmawan memberikan arahan kepada para pemain Persija Jakarta saat sesi latihan jelang turnamen Piala Presiden 2015 di Stadion Dipta, Gianyar, Bali,  28 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Pelatih Rahmad Darmawan memberikan arahan kepada para pemain Persija Jakarta saat sesi latihan jelang turnamen Piala Presiden 2015 di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, 28 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bambang Nurdiansyah menandatangani kontrak sebagai pelatih Persija Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2015. Pemain tim nasional era 1980-an itu akan menangani tim berjulukan Macan Kemayoran tersebut dalam turnamen Piala Jenderal Sudirman yang digulirkan Mahaka Sports and Entertainment dan Tentara Nasional Indonesia mulai 14 November mendatang.

    “Sudah deal tadi siang. Kontraknya untuk Piala Jenderal Sudirman,” ujar pelatih yang akrab disapa Banur ini melalui sambungan telepon, Kamis 29 Oktober 2015. Ia menggantikan pelatih Rahmad Darmawan.

    Pelatih 56 tahun ini sudah berpengalaman menangani sejumlah klub di Tanah Air, antara lain Arema Malang, Persiram Raja Ampat, dan PSIS Semarang. Beberapa bulan lalu, ia menangani Persita Tangerang dalam Piala Presiden 2015.

    Bambang mengaku tidak dibebani target oleh manajemen Persija. Namun ia menyatakan punya target pribadi. "Saya pikir tidak perlu diminta, saya akan memberikan yang terbaik. Target pribadi, lolos ke semifinal," ujarnya.

    Bambang mengatakan tidak akan menggelar seleksi pemain. Karena waktu persiapan yang mepet, ia memilih memprioritaskan Bambang Pamungkas dan rekan-rekan. "Pemain lama tetap lebih bagus, nanti hanya akan menambah satu atau dua pemain untuk posisi tertentu," ujarnya.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.