Manajer Legendaris Everton, Howard Kendall Dimakamkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arsenal, Olivier Giroud menedang bola ke gawang dijaga oleh pemain Everton, Brendan Galloway dalam lanjutan Liga Primer inggris di London, 24 Oktober 2015. Reuters/Dylan Martinez

    Pemain Arsenal, Olivier Giroud menedang bola ke gawang dijaga oleh pemain Everton, Brendan Galloway dalam lanjutan Liga Primer inggris di London, 24 Oktober 2015. Reuters/Dylan Martinez

    TEMPO.CO, Jakarta - Para penggemar Everton dan para bintang Liga Primer menghadiri pemakaman pelatih legendaris Everton, Howard Kendall, pada Kamis, 30 Oktober 2015 di Liverpool. Bekas pemain Everton berkumpul menghantarkan Kendall ke liang lahat. Mereka adalah Wayne Rooney, Andy Gray, Graeme Sharp, Peter Reid, Adrian Heath, Kevin Ratcliffe, Paul Bracewell, dan Kevin Sheedy.

    Selain para pemain Everton, perwakilan dari klub-klub lain menghadiri pemakaman yang berlangsung hampir dua jam tersebut. Mereka, antara lain, Alex Ferguson, Mike Summerbee, dan Tony Book dari Manchester City. Kendall sempat menjadi Manajer Manchester City pada 1989.

    Kendal merupakan manajer yang membawa Everton pada puncak masa keemasan. Everton berhasil memenangi kejuaraan Liga Divisi Utama (sebelum menjadi Liga Primer) pada 1984-1985 dan 1986-1987. Everton sempat menjadi juara Liga Piala Inggr4is pada 1983-1984. Pada puncak kariernya, Everton berhasil menyabet juara Liga Champions pada 1984-1985.

    Kendall meninggal dunia pada Sabtu, 17 Oktober 2015. Bekas gelandang Everton Peter Reid mengatakan Kendall merupakan manajer yang melampaui zamannya. "Kenangan tak terlupakan saya bersamanya terjadi di Wembley (setelah Everton juara Piala Liga Inggris 1984). Senyumnya sangat berharga," katanya.

    Ibadat pemakaman diwarnai perasaan haru. Bekas Kapten Everton Duncan Ferguson bahkan mesti berhenti sejenak ketika melakukan pembacaan Injil.

    Ucapan terakhir paling mengharukan muncul ketika bekas rekan setim Kendall, Joe Royle, berbicara. "Ia merupakan pemain voli yang hebat. Ia memiliki timing yang tepat. Namun, sekarang, sekali ini teman saya, kau menentukan waktu yang salah. Kau meninggalkan kami terlalu cepat," ujarnya.



    DAILY MAIL | GURUH RIYANTO



    Artikel Menarik:
    Jose Mourinho Terpuruk Gara-gara Wanita Cantik
    Mourinho Terseruduk Kambing Hitamnya Sendiri

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?