Mourinho Jeblok, Van Gaal Membosankan, Kini Giliran Klopp?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kevin De Bruyne melakukan tendangan bebas dalam pertandingan liga Primer Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Stadion Old Trafford, Manchester, 25 Oktober 2015. Action Images via Reuters/Jason Cairnduff

    Kevin De Bruyne melakukan tendangan bebas dalam pertandingan liga Primer Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Stadion Old Trafford, Manchester, 25 Oktober 2015. Action Images via Reuters/Jason Cairnduff

    TEMPO.CO,LondonPara pengamat sepak bola Liga Premier Inggris kini mulai merevisi prediksi.  Setelah Chelsea terpuruk di urutan  15 klasemen sementara,  tim-tim yang dijagokan pun berubah: Arsenal dan Manchester City  sekarang jadi tumpuan harapan. Liverpool di bawah Jurgen Klopp bisa saja jadi kuda hitam.

    Manchester City dan Arsenal bertengger di urutan pertama dan kedua klasemen sementara, masing-masing mengumpulkan 25 poin.  Tapi City memliki selisih gol lebih baik ketimbang Arsenal.  “Arsenal memiliki peluang besar  untuk jadi juara  musim ini, “ ujar Mark Lawrenson, pengamat sepak bola BBC.

    Urutan ketiga adalah Leicester City dan  keempat adalah Manchester United. Tak ada yang menjagokan Leicester karena tim ini tidak dilengkapi amunisi yang cukup, skuadnya terbatas. Tidak ada pemain bintang pula. Tim ini diperkirakan tak akan bertahan lama berada di posisi empat besar.

    Bagaimana dengan  MU?  Pelatih Louis van Gaal semula amat optimistis MU akan bisa menjadi juara. Tapi belakangan ini  MU tampak mandul.  Pemain senior  Wayne Rooney terlihat melempen, tak mampu mengangkat permainan tim.  Gaya permainan MU pun tak seperti di era pelatih  Ferguson, kini tampak lamban, kutak-kutik seperti orang main catur, membosankan. MU kehilangan kecepatan dan ketajaman yang menjadi ciri khas permainan klub ini.

    Baca juga:

    Dihabisi Liverpool: Inilah 3 Hal yang Bikin Mourinho Hancur
    Duh Chelsea, 'The Sinking Bus': Mourinho Dipecat Pagi Ini? 

    Gaya permainan itu akan mudah ditaklukkkan oleh tim-tim yang memiliki kecepatan dan skill yang bagus. MU juga akan kesulitan menghadapi tim-tim dengan pressing yang  ketat seperti diperagakan oleh Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp saat membungkam Chelsea.

    Selanjutnya: Mark Lawrenson menggambarkan....


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.