Piala Dunia U-17 Jadi Ajang Pencarian Bibit "Messi" Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Meksiko U-17. AP/Christian Palma

    Timnas Meksiko U-17. AP/Christian Palma

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pemburu bakat sepak bola seluruh dunia berlomba mencari Lionel Messi baru pada Piala Dunia U-17 yang mulai digelar Minggu di Santiago, Chile.

    Para agen sepak bola dari klub-klub besar Eropa termasuk dalam 2.000 pencari bakat yang datang jauh ke Chile untuk mencari bakat muda sepak bola.

    "Bisnis yang menggairahkan dalam sepak bola saat ini adalah membeli dan menjual pemain muda," kata Juan Pablo Meneses, wartawan Chile dan pengarang buku mengenai pesepakbola anak di mana dia sendiri pernah menjadi pencari bakat.

    Membludaknya para pemburu bakat telah memikat perhatian media, kendati kebanyakan dari mereka berusaha menjauh dari media.

    Koran lokal La Tercera melaporkan para agen dari klub-klub raksasa seperti Liverpool, Chelsea, Bayern Meunchen dan Juventus sejak awal memelototi turnamen ini.

    Dari sekitar 500 pemain muda pada turnamen ini, penyerang Nigeria Victor Osimhen dan gelandang Meksiko Claudio Zamudio adalah yang paling banyak dibidik dalam tiga pekan terakhir ini.

    Namun Amerika Latin di mana 167 juta penduduk tinggal dalam kemiskinan, telah menjadi fokus utama para agen pencari, tidak hanya masih remaja, namun masih terbilang anak-anak.

    Namun setiap negara asal anak-anak muda ini mempunyai harga berbeda-beda. Para pemain muda asal Brasil dihargai lebih mahal ketimbang misalnya Meksiko.

    Begitu seorang pemain muda dikontrak maka mereka tidak diperbolehkan cedera.

    Mereka bermimpi mendapatkan pemain seperti Lionel Messi yang kini dianggap sebagai pesepakbola terbaik sejagat yang bergabung dengan Barcelona sejak usia 13 tahun dan melakukan debutnya pada tim senior dalam usia 16 tahun.

    "Messi dijual ke Barcelona dengan harga yang sangat murah dibandingkan dengan jutaan euro yang dia hasilkan sekarang," kata Meneses seperti dikutip AFP. "Pemain usia bawah 17 tahun adalah investasi bagus. Ada peluang kuat untuk menjual pesepakbola yang akan bermain untuk sebuah tim profesional."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?