Beda Aturan di Piala Jenderal Sudirman dan Piala Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Piala Jenderal Sudirman. twitter.com

    Logo Piala Jenderal Sudirman. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahaka Sports and Entertainment sebagai operator turnamen sepak bola Piala Jenderal Sudirman menetapkan beberapa aturan. Berbekal pengalaman menggelar Piala Presiden, kali ini mereka menerapkan aturan lebih ketat. Apa saja aturannya?

    Direktur Mahaka Sports Hasani Abdulgani mengatakan klub yang mengundurkan diri di tengah turnamen mulai dari babak penyisihan grup akan dikenai sanksi denda sebesar Rp 500 juta. "Kalau di Piala Presiden lalu, sanksi itu baru diterapkan di babak semifinal. Yang sekarang mulai babak penyisihan grup," ujar dia, saat jumpa wartawan di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Jumat 6 November 2015.

    Hasani menuturkan penyelenggara turnamen tidak ingin kasus Bonex United (nama yang sebelumnya dipakai Surabaya United) mengundurkan diri saat bertanding melawan Sriwijaya FC di babak delapan Piala Presiden. Ketika itu mereka memilih mundur ketika tuntutannya mengganti wasit tidak dipenuhi.

    Aturan baru yang lain, Hasani mengatakan, hanya pelatih kepala yang boleh mengajukan protes. Jika bukan pelatih, offisial misalnya, lanjut dia, akan dikenai denda Rp 5 juta setiap satu kali aksi. "Kalau dia melakukan berkali-kali tinggal dikalikan," ujarnya.

    Selain dua aturan itu, aturan yang sebelumnya diterapkan di Piala Presiden tetap berlaku. "Kalau memukul wasit dendanya Rp 100 juta dan berantem didenda Rp 50 juta," tuturnya.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.