Mourinho Dicekal ke Stadion, Sembunyi di Keranjang Cucian?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Chelsea, Jose Mourinho memberikan arahan kepada anak asuhnya saat bertanding melawan Maccabi Tel Aviv FC di ajang Liga Champion Grup G di Stamford Bridge, London, Inggris, 17 September 2015. Gol ketiga Chelsea dicetak oleh Costa, juga lewat titik pinalti. Laurence Griffiths/Getty Images

    Pelatih Chelsea, Jose Mourinho memberikan arahan kepada anak asuhnya saat bertanding melawan Maccabi Tel Aviv FC di ajang Liga Champion Grup G di Stamford Bridge, London, Inggris, 17 September 2015. Gol ketiga Chelsea dicetak oleh Costa, juga lewat titik pinalti. Laurence Griffiths/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Jose Mourinho mengatakan ia harus bersembunyi di keranjang cucian ketika ia terkena skors larangan memasuki stadion sepuluh tahun silam, namun pada Sabtu, 7 November 2015, Mourinho mungkin dapat ditemui di persimpangan jalan dekat markas Stoke City.

    Mourinho tidak diizinkan memasuki Stadion Britania untuk pertandingan Liga Utama Inggris setelah ia memutuskan tidak melakukan banding terhadap skors satu pertandingan yang dijatuhkan kepadanya, akibat komentarnya kepada wasit saat turun minum ketika timnya kalah dari West Ham United bulan lalu.

    Ia akan ikut pergi dengan tim, namun ia akan harus mencari cara lain untuk berkomunikasi dengan timnya yang mencoba memperbaiki diri untuk menyambut tiga angka.

    BACA JUGA
    Gugat Cerai Suami, Inilah Keresahan Dominique Diyose
    Ahok Putus Kontrak Sampah Jakarta, Yusril: Saya Akan Lawan

    Mourinho menolak untuk mengonfirmasi pada konferensi pers Jumat, perihal apakah ia akan mencoba mencari celah dari larangan mendatangani stadion dengan bersembunyi di keranjang cucian seperti yang ia sampaikan pada 2005 pada perempat final Liga Champions melawan Bayern Munich.

    Saat ditanyai apakah ia akan mengakali larangan mendatangi stadion, ia berkata, "Saya akan pergi dengan para pemain dan akan bersama dengan mereka sampai ketika seseorang menghentikan saya, yang berpikir bahwa saya telah melanggar batas lapangan atau stadion atau fasilitas."

    "Saya belum tahu di mana saya akan menyaksikan pertandingan. Mungkin saya duduk di persimpangan jalan dengan iPad saya, saya belum tahu, mungkin bahkan saya tidak menyaksikan pertandingan, sebab saya tidak dapat berhubungan (dengan para asisten saya) maka apa gunanya?"

    SIMAK PULA
    Pertama Jadi Bintang Iklan, Luna Maya Hanya Dibayar..
    Isyana Sarasvati Jadi Model Stiker Line, Tapi Wajahnya...

    Mourinho berkata bahwa ia telah mendiskusikan semua skenario dengan para asistennya Steve Holland, Rui Faria, dan Silvino Louro untuk pertandingan Sabtu, dan akan bertanggung jawab penuh terhadap apa yang terjadi meski dirinya absen.

    "Jika setelah sepuluh menit kami bermain dengan tujuh orang, para asisten saya tidak akan bersiap untuk itu dan mereka akan harus memutuskannya sendiri," kata Mourinho.

    "Kami telah mencermati skenario-skenario paling hebat, Anda dapat membayangkan dari menang 4-0, kalah 0-4, dan di antaranya Anda memiliki 1.000 opsi, cedera, kartu merah terhadap kiper, bek kanan, penyerang, pemain sayap, kami telah memikirkannya dan mempersiapkannya."

    "Apa yang paling penting adalah bahwa para pemain dan asisten merasa terlindungi dengan fakta bahwa itu merupakan tanggung jawab saya dan itu bukan hanya untuk para pemain untuk bermain dan untuk para asisten untuk bersama mereka dan untuk mendukung mereka."

    BERITA MENARIK

    Prostitusi Artis, Ini Beda Tyas Mirasih dengan Anggita Sari
    Prostitusi Artis: Pengakuan Tyas Mirasih Vs Fakta Sidang

    Mourinho, yang tim asuhannya telah kalah enam kali dari 11 pertandingan pembuka di Liga Utama Inggris dan kini menghuni peringkat ke-15, berkata bahwa dirinya tidak akan melakukan banding terhadap hukuman karena "bodoh untuk berjuang pada perjuangan yang Anda tahu bahwa Anda akan kalah," namun mengindikasikan bahwa akan ada lebih banyak pelatih yang diskors dari stadion jika tren ini berlanjut.

    "Skors-skors stadion semestinya terkait dengan sesuatu yang benar-benar serius pada masalah agresifitas. Ini hanya terkait dengan kata-kata, untuk mengajukan keluhan," ucapnya.

    "Di masa yang akan datang skors-skors stadion akan banyak terjadi kecuali asosiasi kami dan di seluruh Eropa menanyai cara yang sangat serius dan legal mengenai hak-hak para pelatih," demikian dilansir Reuetrs.

    ANTARANEWS


    SIMAK PULA
    Buwas Ingin Pengedar Dijejali Narkoba, Overdosis lalu Mati
    Aplikasi Go-Jek Sering Error, Ini Kecemasan Nadiem Makarim


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.