Brendan Rodgers ke London, Siap-Siap Ganti Mourinho?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Liverpool Brendan Rodgers mengintruksi anak asuhnya saat berdiri di samping pelatih Everton Roberto Martinez saat bertanding dalam Liga Premier Inggris di stadion Goodison Park, Inggris, 4 Oktober 2015. Laga derby Merseyside tersebut berakhir dengan skor 1-1. REUTERS

    Pelatih Liverpool Brendan Rodgers mengintruksi anak asuhnya saat berdiri di samping pelatih Everton Roberto Martinez saat bertanding dalam Liga Premier Inggris di stadion Goodison Park, Inggris, 4 Oktober 2015. Laga derby Merseyside tersebut berakhir dengan skor 1-1. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Brendan Rodgers telah meninggalkan Liverpool hampir sebulan lalu, namun sosoknya masih mencuri perhatian. Kemarin, pelatih Liverpool yang dipecat pada 5 Oktober ini kepergok sedang berada di London.

    "Saya melihat Brendan Rodgers di Waterloo pagi ini. Apakah dia akan ke Chelsea untuk menjadi pelatih sementara?" tulis Alex Waite, warga London, dalam akun twitternya seperti dikutip Mirror, Selasa 10 November 2015.

    Jack Austin, warga London lainnya, mengatakan ia melihat Rodgers di kereta bawah tanah menuju London dengan pakaian resmi: jas, kemeja putih plus dasi, dan tentu saja jam tangan. "Sepertinya dia mau wawancara kerja di Chelsea," tulis Jack di akun twitter.

    Brendan Rodgers belakangan ini memang santer disebut-sebut bakal menggantikan posisi Jose Mourinho sebagai pelatih Chelsea menyusul anjloknya performa The Blues --julukan Chelsea-- di Liga Primer Inggris.

    The Blues kini berada peringkat 16 klasemen dengan 11 poin. Mereka hanya memenangi tiga dari 12 pertandingan musim ini dan telah menelan 7 kali kekalahan. Sehingga, bisa dibilang, performa mereka bukan melorot lagi, melainkan terjun bebas.

    Rentetan hasil buruk ini sangat ironis karena Chelsea adalah juara bertahan. Dan kini mereka hanya berjarak tiga poin dari zona degradasi. Lebih menyedihkan lagi jika menilik produktivitas gol mereka.

    Dari 12 pertandingan Liga Primer, Chelsea hanya mencetak 16 gol namun sudah kebobolan 23 gol. Bandingkan dengan Manchester City --mereka finis di urutan kedua musim lalu-- yang telah mengoleksi 26 gol dan baru kebobolan 9 kali.

    Rapor merah ini, tentu saja, membuat Jose Mourinho disorot. Ia bahkan sudah dua kali diberitakan akan dipecat. Pertama, saat laga kontra Liverpool pada akhir Oktober lalu. Mou, sapaan Mourinho, dikabarkan akan dipecat jika kalah di laga ini.

    Dalam duel tersebut, Chelsea dibungkam dengan skor 1-3. Namun Mourinho lolos dari pemecatan. Media di Inggris menyebutkan Chelsea masih memberinya kesempatan dalam dua laga lagi, yakni saat melawan Dynamo Kyiv di ajang Liga Champions dan saat bertandang ke markas Stoke City di Britannia Stadium di ajang Liga Primer.

    Mourinho lolos di ujian pertama. Chelsea sukses menekuk Dynamo Kyiv dengan skor 2-1. Kemenangan ini membuat mereka merangkak ke peringkat 2 klasemen Grup G Liga Champions. Ini menjadi angin segar buat Mourinho.

    Tiga hari kemudian, Chelsea secara mengejutkan dikalahkan Stoke City dengan skor 0-1 di Brittania Stadium. Ini menjadi kekalahan ketujuh mereka dari 12 pertandingan sepanjang musim ini. Mou pun, seperti yang diberitakan media-media Inggris, seharusnya sudah dipecat.

    Tiga hari sudah berlalu sejak kekalahan memalukan tersebut, namun Chelsea belum juga memecatnya. Apakah informasi media yang keliru atau Chelsea yang menarik-ulur nasib Mourinho?

    Tentu saja, kecuali para petinggi Chelsea dan Mourinho beserta orang-orang terdekatnya, tak seorang pun yang tahu persis status Mourinho saat ini. Mourinho mengadiri pemutaran perdana film Cristiano Ronaldo di Leicester Square, kemarin. Namun ia enggan berbicara kepada pers.

    Manajemen Chelsea sendiri, sampai Selasa kemarin, belum memberikan pernyataan apapun. Jadi, selama belum ada informasi resmi dari mereka, boleh dianggap palatih asal Portugal ini masih menjabat sebagai pelatih.

    Jorge Mendes, agen Mourinho, memastikan Chelsea tidak akan memecatnya, tidak untuk saat ini. "Banyak orang membicarakan pemecatannya, tapi saya pastikan hal itu tidak akan pernah terjadi," kata Mendes. "Mourinho akan mengatasi masalah ini."

    Chelsea, tentu saja, tidak akan begitu saja memecat Mourinho. Sebab, bagaimanapun, ia telah memberikan Chelsea 8 trofi, satu di antaranya adalah trofi Liga Champions. Ini adalah trofi paling bergengsi di Eropa.

    Selain itu, untuk memecat Mourinho, Chelsea juga harus menggelotorkan dana tak kurang dari 9,5 juta pounds. Dana jumbo tersebut untuk pembayaran kompensasi pemecatan di tengah jalan. Karena kontrak Mourinho dengan Chelse baru akan berakhir musim panas 2019.

    "Jose Mourinho masih mendapat dukungan dari Roman Abramovic (pemilik Chelsea). Sehingga posisinya akan aman untuk sementara ini," tulis analis sepak bola dari BBC, David Ornstein.

    Lalu, jika Chelsea tidak akan memecat Jose Mourinho dalam waktu dekat, lantas apa yang dilakukan Brendan Rodgers di London?

    SKY SPORTS | MIRROR | BBC | DWI AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.