Jokowi Tekeni Bola, Ini 10 Fakta Jenderal Sudirman Cup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berlari usai membuka Turnamen Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 10 November 2015. Setiap tim peserta diwajibkan untuk mencantumkan dua pemain dari Tim U-21. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Presiden Joko Widodo berlari usai membuka Turnamen Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 10 November 2015. Setiap tim peserta diwajibkan untuk mencantumkan dua pemain dari Tim U-21. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenderal Sudirman Cup atau Piala Jenderal Sudirman telah resmi bergulir, Selasa, 10 November 2015. Presiden Joko Widodo membukanya. Di acara itu, Jokowi juga membagikan 10 bola yang sudah ditandatangani.

    Ketua panitia pelaksana Letnan Jenderal Agus Sutomo juga melaporkan kepada Jokowi soal berapa tim yang menjadi peserta Jenderal Sudirman Cup.

    Usai acara pembukaan itu, pertandingan perdana antara Arema Cronus dan Persegres Gresik United digelar. Arema menang 4-1.

    Di bawah ini beberapa fakta lain soal Jenderal Sudirman Cup:

    1. Dibuka Jokowi, ada berbagai kejutan di upacara pembukaan
    Sebanyak 40 ribu penonton menghadiri acara pembukaan Piala Jenderal Sudirman, yang dilaksanakan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa malam, 10 November 2015. 

    Penonton dihibur grup band kondang Slank dan Kotak, serta atraksi terjun payung prajurit TNI. Jokowi juga memberi kejutan dengan membagikan 10 bola yang sudah ia tanda tangani kepada penonton.

    2. Diikuti 15 tim dan dibagi dalam tiga grup
    Seluruh pertandingan Grup A diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pertandingan Grup B di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Lima tim di Grup C bermain di Stadion Delta Sidoarjo.

    3. Panitia menyediakan hadiah total Rp 5,6 miliar
    Juara pertama dan kedua masing-masing mendapat hadiah sebesar Rp 2,5 miliar dan Rp 1,5 miliar. Para semifinalis masing-masing mendapatkan hadiah Rp 500 juta.

    Dalam laporan yang dibacakan saat acara pembukaan, ketua panitia menyatakan top scorer mendapatkan hadiah sebesar Rp 100 juta. Pemain terbaik menerima Rp 100 juta. Tim paling menunjukkan sikap fair play  Rp 150 juta, suporter terbaik Rp 150 juta, dan wasit terbaik Rp 100 juta.  

    3. Jenderal Sudirman Cup dioperasikan Mahaka Sports, yang sukses menyelenggarakan turnamen Piala Presiden bulan lalu
    Ini adalah turnamen kedua yang dioperasikan Mahaka Sports and Entertainment, promotor yang sukses menyelenggarakan Piala Presiden. Sedangkan, penggagas turnamen Jenderal Sudirman Cup adalah Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

    4. Dua tim besar yang absen di Piala Presiden bermain di Jenderal Sudirman Cup
    Semen Padang dan Persipura Jayapura akan berpartisipasi dalam kompetisi ini. Mereka sebelumnya absen di Piala Presiden. Semen Padang sendiri telah mendaftarkan 24 pemain untuk berpartisipasi dalam Jenderal Sudirman Cup.

    5. Ada regulasi baru soal pemain muda
    Panitia mewajibkan setiap tim menyertakan dua pemain usia di bawah 21 tahun dalam starting eleven di setiap pertandingan.

    Baca:
    Menpora Surati FIFA Ihwal Komite Ad Hoc PSSI
    Ana Ivanovic Terpilih sebagai Petenis Terseksi 2015

    6. Peraturan soal mundurnya tim lebih ketat daripada Piala Presiden
    Direktur Mahaka Sports and Entertainment Hasani Abdulgani mengatakan klub yang mengundurkan diri di tengah turnamen dikenai sanksi Rp 500 juta. Di Piala Presiden, sanksi itu baru diberlakukan saat semifinal. Di turnamen ini, hukuman akan diberlakukan sejak babak penyisihan grup.

    7. Ada aturan soal protes dalam pertandingan
    Hasni mengatakan hanya pelatih kepala yang boleh melakukan protes. Jika orang yang bukan pelatih, misalnya official, protes, dia akan dikenai denda Rp 5 juta setiap satu kali aksi.

    8. Aturan denda soal kekerasan di lapangan yang diterapkan di Piala Presiden tetap berlaku
    Kalau memukul wasit, seorang pemain bisa didenda Rp 100 juta. Jika berantem, dendanya Rp 50 juta.

    9. Tersedia match fee bagi setiap tim, baik kalah maupun menang dan tidak ada hasil imbang
    Tim yang menang dalam waktu normal pada fase grup dan delapan besar berhak mendapatkan hadiah Rp 125 juta. Tim yang kalah dalam waktu normal menerima hadiah Rp 75 juta. Kalau dalam waktu normal pertandingan berakhir imbang, pemenang laga ditentukan dengan adu penalti. Tim yang menang melalui adu penalti menerima hadiah Rp 110 juta. Tim yang kalah Rp 90 juta.

    10. Tempat berlangsungnya pertandingan final sama dengan Piala Presiden
    Stadion Utama Gelora Bung Karno tetap menjadi tempat digelarnya pertandingan final.


    Baca:
    Terungkap, Usaha Timnas Spanyol Menaturalisasi Messi
    Van Gaal Dapat Julukan Lucu dari Pemain Manchester United

    GADI MAKITAN | ABDI PURNOMO | RINA WIDIASTUTI | AMINUDIN A.S. | ANTARA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?