Hadapi Persib di Piala Sudirman, Persela Punya Strategi Jitu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persela Lamongan. ANTARA/Syaiful Arif

    Persela Lamongan. ANTARA/Syaiful Arif

    TEMPO.CO, Lamongan - Meski Persib Bandung baru saja merekrut David Ngan Pagbe untuk mengisi lini belakang, Persela Lamongan, yang bakal menjadi lawannya di Grup C turnamen Piala Sudirman, Ahad besok, 15 November 2015, tidak gentar. "David pernah bermain bersama kami, jadi sedikit-banyak kami tahu karakter dia,” ujar pelatih Persela, Didik Ludianto, Sabtu, 14 November 2015.

    Didik mengaku sejak awal sudah tahu bahwa Persib bakal merekrut pemain asing bertinggi badan 185 sentimeter itu. Sebab, kata dia, pelatih Persib , Djadjang Nurjaman lebih dulu berkonsultasi dengan dia sebelum mengambil pemain sepak bola asal Kamerun itu. "Kang Jajang telepon saya,” ucap pelatih yang sehari-hari berdinas di Pemerintah Kabupaten Lamongan itu.

    Lepas dari masalah itu, Didik telah mempersiapkan timnya sebaik mungkin sebelum menghadapi juara turnamen Piala Presiden itu di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Strategi yang bakal dimainkan, kata dia, adalah menginstruksikan dua striker-nya, Mahmoud M. Ali dari Libanon dan Kim Dong Chan asal Korea Selatan, sebagai tumpuan serangan balik.

    Duet striker asing itu didukung lima gelandang dari sektor tengah, yakni Agus Salim, Bijahil Chalwa, Eki Taufik, Jusmadi, serta Arif Ariyanto. Adapun di bawah mistar gawang, Persela masih mempercayakannya kepada Choirul Huda.

    Menurut Didik, bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik merupakan strategi paling realistis dalam menghadapi Atep dan kawan-kawan. Dengan menerapkan pola permainan seperti itu, Didik optimistis anak-anak didiknya bisa mengimbangi permainan cepat Persib. “Kuncinya, bisa enggak kita mengecoh pertahanan Persib yang dijaga Pagbe,” katanya.

    Manajer Persela, Yunan Ahmadi, menambahkan telah menginstruksikan pemainnya untuk bermain pantang menyerah. Meski menghadapi tim juara, Yunan meminta pemainnya tidak kalah mental sebelum bertanding. "Harus bermain bagus dan pantang menyerah," ucapnya.

    Didik mengakui Grup C dihuni tim-tim kuat. Selain Persela dan Persib, dua tim lainnya ialah Surabaya United dan PS TNI. Surabaya United, nama baru dari Persebaya versi PSSI, dihuni pemain-pemain bagus, seperti Otaviano Dutra, Evan Dimas, dan Slamet Nurcahyo. Adapun PS TNI diperkuat sejumlah pemain eks tim nasional U-19 dan U-23.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.