Jelang El Clasico Madrid vs Barca, Benitez dalam Tekanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Rafael Benites berpose dengan memegang kostum Real Madrid bersama Presiden Real Madrid Florentino Perez di stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, 3 Juni 2015. Benitez didatangkan dari Napoli ke Real Madrid untuk menggantikan Carlo Ancelotti. (AP Photo)

    Pelatih Rafael Benites berpose dengan memegang kostum Real Madrid bersama Presiden Real Madrid Florentino Perez di stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, 3 Juni 2015. Benitez didatangkan dari Napoli ke Real Madrid untuk menggantikan Carlo Ancelotti. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Real Madrid, Rafael Benitez, berada dalam tekanan berat jelang laga El Clasico melawan Barcelona akhir pekan ini. Rafa dituding sebagai biang keladi kekalahan Real 2-3 oleh Sevilla dua pekan lalu. Sejumlah pemain Real juga menilai pola permainan yang diterapkan Benitez tak sesuai dengan ciri khas Madrid.

    Kritikan terhadap Benitez datang dari penyerang andalan mereka, Cristiano Ronaldo. Usai pertandingan melawan Sevilla dua pekan lalu, Ronaldo menilai timnya bermain terlalu ke dalam lapangan sendiri. Dengan begitu, menurut dia, Real Madrid memberikan banyak peluang bagi Sevilla untuk menguasai bola dan menciptakan peluang.

    Ronaldo juga mengkritik Benitez yang tak menerapkan pola yang membuat bola bisa terus mengalir kepadanya untuk mencetak gol. Hal inilah yang menurut Ronaldo membuat produktivitasnya menurun ketimbang musim lalu.

    Pendapat sama pernah disampaikan oleh bek Real, Sergio Ramos, beberapa waktu lalu. Laman Marca menyebutkan bahwa jelang laga El Clasico, hubungan Benitez dengan sejumlah pemain lainnya juga semakin buruk.

    Misalnya James Rodriguez dan Toni Kroos. Rodriguez dikabarkan tak senang dengan pernyataan Benitez yang menyebutnya tak cukup bugar untuk diturunkan pada pertandingan melawan Sevilla kemarin. Sementara itu, Kroos dikabarkan sangat jarang berkomunikasi dengan pelatihnya itu.

    Kekalahan melawan Sevilla itu dikabarkan membuat para petinggi Real gerah. Pasalnya, musim lalu dengan tim yang kurang lebih sama, Madrid dua kali menghempaskan Sevilla.

    Mantan pelatih Liverpool dan Napoli itu juga mendapat kritikan karena Real Madrid saat ini hanya berada di posisi kedua La Liga di bawah Barcelona. Mereka ketinggalan tiga poin dari musuh bebuyutan mereka itu.

    MARCA|FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.