Setelah Messi, Barcelona Terancam Kehilangan Neymar Jr

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona, Neymar (kiri) dan Luis Suarez merayakan gol ke gawang Villarreal dalam pertandingan La Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, Barcelona,  8 November 2015. REUTERS/Albert Gea

    Pemain Barcelona, Neymar (kiri) dan Luis Suarez merayakan gol ke gawang Villarreal dalam pertandingan La Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, Barcelona, 8 November 2015. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Barcelona kembali terancam kehilangan penyerang andalannya Neymar Jr. Ayah Neymar, Neymar Senior mengatakan bahwa anaknya berfikir untuk pindah dari Spanyol jika terus-terusan diusik dengan masalah pajak. Dia menyatakan bahwa anaknya saat ini belum mau menandatangani perpanjangan kontrak seperti yang diminta oleh Barcelona.

    "Kami sudah berbicara soal pembaharuan kontrak, tetapi ada sesuatu yang luar biasa yang menjadi perhatian kami," ujarnya kepada radio Spanyol, Cadena Ser, Kamis 18 November 2015. “Saya tidak ingin bicara soal spekulasi, tetapi jika kami tidak mendapatkan situasi yang nyaman untuk bekerja maka kami tidak bisa bertahan di Spanyol dan kami terpaksa harus pindah."

    Ancaman yang dilontarkan oleh Neymar Senior ini sama seperti rumor yang beredar soal perpindahan penyerang Barcelona, Lionel Messi ke Inggris. Messi dikabarkan gerah dengan masalah pajak yang melilitnya dan ayahnya, Jorge Messi.

    Otoritas Pajak Spanyol dan Brasil saat ini sedang menyelidiki dugaan manipulasi pajak Neymar Jr yang dilakukan oleh ayahnya. Otoritas Pajak Brasil menuding Neymar hanya melaporkan 8 persen dari kekayaannya pada 2013 lalu. Neymar dituding tidak melaporkan sejumlah pendapatan dari iklan yang dibintanginya senilai 10,5 juta poundsterling atau senilai Rp 220 miliar sepanjang 2011-2013.

    Pemerintah Brasil pun membekukan aset Neymar senilai 31,5 juta poundsterling atau senilai Rp 661 miliar. Aset itu diantaranya adalah tiga perusahaan Neymar Jr yang didirikan bersama ayahnya. Pekan ini, Pengadilan Pajak Brasil menolak permohonan Neymar untuk membuka pembekuan terhadap aset-asetnya itu.

    Neymar senior mengatakan, anaknya tak akan menandatangani kontrak baru hingga dirinya mendapat kepastian dari pemerintah Spanyol bahwa mereka tak akan mendapatkan penyelidikan pajak yang sama seperti yang dilakukan di Brasil.

    "Ini hal yang sangat sulit bagi kami karena kami mendapatkan serangan baik di Brasil maupun di Spanyol. Kami sudah berbicara kepada banyak orang untuk mengetahui apa yang harus kami lakukan dengan masalah ini karena kami tidak ingin ketika kami sudah berada di Spanyol dalam waktu yang lama tiba-tiba mereka menyerang kami, mengatakan bahwa struktur pajak kami tidak benar," ujarnya.

    Saat ini Neymar menjadi juru gedor utama bagi Barcelona. Dia membuktikan bahwa dirinya bisa menggantikan Lionel Messi yang sedang dilanda cedera. Dia sudah mencetak 11 gol dalam 10 pertandingan bersama Barcelona dan memimpin daftar pencetak gol terbanyak Liga Spanyol. Sejumlah klub besar eropa dikabarkan tertarik memboyong Neymar dari Barcelona. Manchester United menjadi tim terkuat menjadi pelabuhan berikutnya penyerang berusia 23 tahun itu.

    Sebelumnya, penyerang Barcelona lainnya, Lionel Messi dikabarkan berniat hengkang dari Spanyol karena masalah pajak. Dia dan ayahnya, Jorge Messi, dituding menggelapkan pajak pendapatannya dari hasil membintangi sejumlah produk senilai lebih dari 4 juta euro.

    Uang itu dilarikan sang ayah ke sejumlah perusahaan fiktif di Belize dan Uruguay. Meskipun sang ayah sudah menyatakan bahwa Messi tak mengetahui soal itu, namun pengadilan Spanyol tetap berkeras bahwa Messi harus tetap diadili dalam kasus ini.

    MIRROR|FEBRIYAN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.