Piala Sudirman, Bali United Lawan Mitra Kukar di Zona Neraka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Bali United Pusam, Indra Sjafri (kiri) memberi intruksi saat memimpin latihan di Lapangan Trisakti, Legian, Bali, 10 November 2015. ANTARA/Fikri Yusuf

    Pelatih Bali United Pusam, Indra Sjafri (kiri) memberi intruksi saat memimpin latihan di Lapangan Trisakti, Legian, Bali, 10 November 2015. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Denpasar - Pertandingan sepak bola memperebutkan Piala Jenderal Sudirman untuk Grup B, Jumat malam, 20 November 2015, mempertemukan Bali United dengan Mitra Kukar. Laga yang akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, itu bakal berlangsung seru, karena Mitra Kukar merupakan salah satu klub tangguh di zona neraka itu.

    Para pemain Bali United menyatakan kesiapannya menghadapi Mitra Kukar, asuhan Jafri Sastra itu. “Sebagai pemain, kami harus siap. Mitra Kukar merupakan klub yang bagus dengan materi pemain yang berpengalaman,” kata pemain belakang Bali United, Ambrizal, saat ditemui Tempo di mes klub itu di Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

    Mitra Kukar diperkuat sejumlah pemain asal Brasil, yakni Naga Mekes, Arthur Cunna, Patrick Cruz, dan Rodrigo Dos Santos. Ambrizal mengakui mereka merupakan pemain yang memiliki teknik permainan yang bagus dan didukung postur badan yang memadai. “Kami akan menghadapinya dengan penataan formasi pemain, seperti yang menjadi strategi pelatih,” ucap Ambrizal.

    Ambrizal berujar, semua klub di Grup B memiliki peluang yang sama untuk menjadi juara grup. Masing-masing klub akan menampilkan taktik bermain terbaik yang dimiliki dengan didukung kondisi fisik pemain yang prima. “Taktik bermain dan kondisi fisik pemain menjadi faktor utama agar bisa memenangkan pertandingan,” tuturnya.

    Bertanding di Grup B, diakui Ambrizal, cukup berat. Pertandingan-pertandingan sebelumnya selalu berakhir dengan adu penalti. Namun kali ini, para pemain Bali United berharap bisa memenangi pertandingan dalam masa waktu 90 menit.

    “Kami berharap bisa menang dalam waktu normal karena lebih memuaskan dan poinnya lumayan jauh, sehingga tidak terlalu terbebani pada pertandingan ketiga,” katanya.

    Meski demikian, ujar Ambrizal, para pemain klub berjuluk Serdadu Tridatu ini tetap siap jika pertandingan nanti malam harus berakhir dengan drama adu penalti. “Modalnya adalah persiapan mental,” ucap pemain yang sudah punya pengalaman adu penalti saat bergabung dengan Persija Jakarta tersebut.

    BRAM SETIAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.