Jelang El Clasico, Messi Belum Fit 100 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lionel Messi, menedang bola saat latihan bersama dengan rekan setimnya setelah cidera. Kabarnya Messi berpeluang tampil dalam laga El Clasico pada 22 November 2015. fcbarcelona.com

    Lionel Messi, menedang bola saat latihan bersama dengan rekan setimnya setelah cidera. Kabarnya Messi berpeluang tampil dalam laga El Clasico pada 22 November 2015. fcbarcelona.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang pertandingan El Clasico pada Sabtu malam, 21 November 2015, kondisi bintang Barcelona, Lionel Messi, belum fit 100 persen. Hal ini dikatakan Pelatih Barcelona Luis Enrique sebagaimana dikutip The Guardian.

    Keputusan apakah Messi akan dimainkan sebagai starter dalam pertandingan El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona baru akan diputuskan menjelang pertandingan.

    Messi memang sudah menjalani latihan bersama tim Barcelona pada Senin lalu. “Karena Messi sudah bergabung dalam sesi latihan kami, perasaan kami positif,” ujar Enrique. “Dia sudah pulih dan bermain dalam level yang sama sebelum dia cedera. Tentu saja, secara fisik dia belum dalam kondisi 100 persen karena dia absen selama beberapa pekan. Tapi melihatnya sudah pulih memberikan rasa aman bagi kami.”

    Messi cedera dalam pertandingan La Liga melawan Las Palmas, akhir September lalu. Dia mengalami cedera lutut.

    Selain Messi, pemain lain yang sudah bisa kembali dari cedera adalah Ivan Rakitic. Ini juga memberi kelegaan bagi Enrique.

    Jika Rakitic bisa bermain, dia akan bergabung bersama Andres Iniesta dan Sergio Busquets di lini tengah. Kalau Messi benar-benar bugar, lini depan Barcelona akan semakin tajam. Dia akan bergabung bersama Neymar dan Luis Suarez, yang menyumbangkan 17 gol terakhir Barcelona.

    THE GUARDIAN | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.