Sriwijaya FC Waspadai Tiga Pemain Asing Arema Cronus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Sriwijaya FC M Osas Saha (tengah) di bayangi pemain Persegres Gresik United Wismoyo (kanan) saat pertandingan babak penyisihan grup A Piala Jendral Sudirman di Stadion Kanjuruhan Malang, 9 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pemain Sriwijaya FC M Osas Saha (tengah) di bayangi pemain Persegres Gresik United Wismoyo (kanan) saat pertandingan babak penyisihan grup A Piala Jendral Sudirman di Stadion Kanjuruhan Malang, 9 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COMalang - Bergabungnya Osas Saha dan Ferdinand Sinaga di tim Sriwijaya FC membuat Benny Dolo kian optimistis timnya mampu mengalahkan Arema Cronus pada laga lanjutan babak penyisihan Grup A Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu malam ini, 22 November 2015.

    Meski Titus Bonai absen karena kena flu berat, Benny yakin kehadiran Osas dan Ferdinand sangat membantu meningkatkan daya dobrak lini depan Laskar Wong Kito. Ia pun makin percaya diri untuk menerapkan strategi permainan menyerang.

    “Mereka pemain bagus dan bisa sangat membantu kami untuk memenangi pertandingan. Namun kami tetaplah sebuah tim sehingga kemampuan mereka bekerja sama dengan pemain lain lebih penting, dan itu sudah terlihat pada diri mereka,” kata Benny, Minggu, 22 November 2015.

    Mengenai lawan, Benny menilai Arema Cronus tim kelas atas pada pentas sepak bola nasional. Tim Singo Edan itu kini diperkuat tiga pemain asing baru, yakni Esteban Vizcarra (Argentina) serta duo Spanyol, Fransisco Insa alias Kiko, dan Antonio Jose Espinosa Mossi. Kiko dan Mossi diumumkan direktur pada 9 November atau sehari sebelum Arema menjamu Persegres Gresik United pada laga pembuka turnamen.

    “Kehadiran mereka membuat penampilan Arema sangat berbeda dibanding saat Piala Presiden. Kami tidak boleh terlena karena hasil pada Piala Presiden. Kami sudah siapkan strategi untuk meredam mereka dan meredam pergerakan pemain lokal Arema yang juga bagus di tiap lini,” ujar Benny, pelatih yang membawa Arema Malang dua kali menjuarai Copa Indonesia 2005 dan 2006.

    Benny memprediksi pertandingan malam nanti bakal berlangsung sengit lantaran Arema ingin membalas dendam atas kekalahan pada Piala Presiden 2015. Sebelumnya, Sriwijaya memupus ambisi Arema ke partai final Piala Presiden dengan unggul agregat gol 3-2, hasil bermain imbang 1-1 pada leg pertama di Stadion Kanjuruhan (Sabtu, 3 Oktober) dan menang 2-1 pada leg kedua di Stadion Manahan (Minggu, 11 Oktober).

    Dari tiga laga terakhir pertemuan Sriwijaya FC dan Arema, kedudukan masih imbang. Pada babak penyisihan Piala Presiden, 5 September 2015, Arema menang 3-1.

    Benny tentu ingin menggagalkan misi Arema agar skor pertemuan lebih berpihak pada Sriwijaya. Dengan begitu, pupus juga target menang tiga kali beruntun alias hat-trick yang diusung Arema. 

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.