Gresik United Kalah 2-3 Lawan PBR, Ini Penyebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Persipasi Bandung Raya,(PBR), Hanif Abdurauf (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persegres Gresik United, Jeffri K (kanan) dalam lanjutan Turnamen Piala Jenderal Sudirman Grup A di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 22 November 2015. Tuan rumah Persipasi Bandung Raya (PBR) mengalahkan Persegres Gresik United dengan skor akhir 3-2. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Pesepak bola Persipasi Bandung Raya,(PBR), Hanif Abdurauf (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persegres Gresik United, Jeffri K (kanan) dalam lanjutan Turnamen Piala Jenderal Sudirman Grup A di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 22 November 2015. Tuan rumah Persipasi Bandung Raya (PBR) mengalahkan Persegres Gresik United dengan skor akhir 3-2. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Malang - Peluang Persegres Gresik United lolos dari babak penyisihan Grup A Turnamen Piala Jenderal Sudirman pupus setelah dikalahkan Persipasi Bandung Raya 3-2 di Stadion Kanjuruhan pada Minggu sore.

    Gresik mendominasi pertandingan sepanjang 30 menit babak pertama dan unggul lebih dulu di menit ke-14 lewat sepakan Jefri Kurniawan. Gol pertama Gresik dibalas PBR di menit ke-38 lewat eksekusi hadiah penalti oleh Kim Jeffrey Kurniawan. Kedudukan 1-1 bertahan di babak pertama.

    Di babak kedua, PBR tampil lebih menekan dan membalik keadaan. Rahmad Hidayat menggandakan keunggulan di menit ke-47 dan ditambah sebiji gol oleh Ibrahim Conteh di menit ke-64. Sedangkan Laskar Joko Samudro memperkecil kekalahan di menit ke-90 melalui titik penalti dengan eksekutor Ade Suhendra.

    Widodo Cahyono Putro mengakui kemenangan PBR. Pelatih Gresik kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, ini memuji penampilan tim lawan yang pantang menyerah sehingga pertandingan berlangsung sangat dinamis. Di babak pertama, Bima Sakti dan kawan-kawan masih bisa mendominasi jalannya pertandingan, tapi kemudian kedodoran.

    “Sepak bola ini dinamis. Kami mengawali pertandingan dengan percaya diri dan bisa menguasai, tapi kemudian keadaan berbalik,” ujar Widodo dalam jumpa pers seusai pertandingan.

    Kemudian, kepercayaan diri Gresik berkurang sehingga kedisiplinan para pemain mengendur. Hal ini membuat PBR makin dominan sampai akhirnya dominasi tim asuhan Pieter Egge Huistra itu berkurang drastis sejak dua pemainnya terpaksa ke luar lapangan karena terkena akumulasi kartu kuning. Namun PBR sudah unggul 3-1 dan waktu yang tersisa sangat sedikit. Gresik mengubah kedudukan menjadi 2-3 di penghujung laga.

    “Tak ada masalah dengan kekalahan kami. Kami pun tidak keberatan dengan hukuman penalti yang diberikan kepada PBR. Kami fair saja. Selamat untuk PBR,” ujar Widodo.

    Bima Sakti, kapten Gresik United, menambahkan, konsentrasi kawan-kawannya mengendur setelah water break. Hal inilah yang ia takutkan sejak awal dan ternyata terjadi di lapangan. Bima pun mengaku tidak begitu hafal seluruh pemain Gresik sehingga kekompakan bermain belum sepenuhnya terjalin.

    Menghadapi Persija Jakarta sebagai lawan terakhir di Grup A, Widodo dan Bima kompak menyatakan Gresik United bersikap nothing to lose karena menang atau kalah, Gresik tak lolos ke babak delapan besar. Namun mereka memastikan Gresik tetap akan menampilkan permainan terbaik.

    “Persiapan lawan Persija nanti bisa lebih matang dan kami coba sekuat tenaga untuk menang. Kami harap setelah turnamen ini, ada turnamen reguler yang bisa dirasakan semua kasta,” ujar Bima.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.