Depresi Berat, Blatter: Saya Hampir Mati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto presiden FIFA, Sepp latter ini diambil pada November 2010. Sepp Blatter menyatakan pengunduran dirinya dari lembaga yang telah dipimpinnya selama 17 tahun. AP/Steffen Schmidt, Keystone via AP

    Foto presiden FIFA, Sepp latter ini diambil pada November 2010. Sepp Blatter menyatakan pengunduran dirinya dari lembaga yang telah dipimpinnya selama 17 tahun. AP/Steffen Schmidt, Keystone via AP

    TEMPO.COJakarta - Presiden nonaktif FIFA Sepp Blatter mengaku dia takut mati karena keluhan kesehatan baru-baru ini. Pria 79 tahun itu dilarikan ke rumah sakit belum lama ini karena sakit akibat stres.

    "Saya hampir mati. Saya sudah berada di antara para malaikat yang bernyanyi dan iblis yang tengah menyalakan api neraka. Namun ternyata itu para malaikat yang bernyanyi," kata Blatter kepada stasiun penyiaran Swiss RTS dalam wawancara yang akan diudarakan Rabu nanti.

    "Tekanannya besar sekali. Pada tahap tertentu, badan saya hanya bilang 'tidak', 'sudah cukup'. Namun, jika Anda kuat secara psikologis, Anda bisa melawannya," kata Blatter, seperti dikutip AFP.

    September silam, jaksa penuntut Swiss membuka kasus kriminal terhadap Blatter menyangkut miskelola dan pembayaran mencurigakan senilai US$ 2 juta pada 2011 kepada bos sepak bola Eropa, Michel Platini, yang dilarang aktif selama 90 hari.

    Namun, pada wawancara itu, Blatter malah memuji Platini sebagai orang yang jujur. "Ada sebuah kesepakatan, bahkan pada aturan FIFA ada kontrak tertulis dan tidak tertulis. Ini adalah kontrak tak tertulis, sebuah kontrak kerja."

    Pembayaran untuk Platini pada 2011 itu adalah untuk kerja dia selama satu dekade sebelumnya. Kendati nonaktif, Platini tetap berniat mencalonkan diri untuk menggantikan Blatter sebagai Presiden FIFA pada pemilihan Februari tahun depan.

    Jika berhasil menang, apakah Platini akan menjadi bos FIFA yang baik, Blatter menjawab, "Ya. Jika dia kembali, dia akan terpilih."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.