Liga Champions, MU Tertinggal oleh Barcelona dan Muenchen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reaksi pemain MU, Anthony Martial, setelah kehilangan kesempatan mencetak gol dalam pertandingan Piala Liga Inggris melawan Middlesbrough di stadion Old Traford, Manchester, 29 Oktober 2015.  AP/Jon Super

    Reaksi pemain MU, Anthony Martial, setelah kehilangan kesempatan mencetak gol dalam pertandingan Piala Liga Inggris melawan Middlesbrough di stadion Old Traford, Manchester, 29 Oktober 2015. AP/Jon Super

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang legendaris Manchester United, Paul Scholes, kembali mengkritik mantan timnya seusai laga melawan PSV Eindhoven di Liga Champions yang berakhir imbang. Scholes menilai MU tertinggal jauh dibanding dua tim terbaik di dunia saat ini: Barcelona dan Bayern Muenchen.

    Pria yang saat ini menjadi komentator di media Inggris itu mengatakan MU saat ini mengalami krisis penyerang. Dia menilai penyerang yang baru dibeli Setan Merah musim ini, Anthony Martial, tak memiliki mental penyerang.

    "Dia tampak tak terlalu gusar jika melewatkan kesempatan mencetak gol. Dia juga tak gusar ketika tak mencetak gol. Dan dia tidak terlihat seperti pemain depan. Sebagai seorang penyerang tengah, hidup Anda seharusnya adalah untuk mencetak gol. Semua yang Anda lakukan adalah untuk mencetak gol," ucapnya seusai pertandingan Kamis dinihari, 26 November 2015. "Bagi saya, Manchester United harus mencari penyerang seperti itu pada bursa transfer Januari."

    Martial, yang didatangkan MU dari Monaco dengan banderol 36 juta pound sterling atau sekitar Rp 777,8 miliar, dalam pertandingan itu mendapatkan dua kesempatan emas tapi gagal dimaksimalkan menjadi gol. Dua kesempatan di babak pertama itu mampu digagalkan kiper PSV Eindhoven, Jeroen Zoet.

    Scholes menilai, untuk menjadi yang terbaik, sebuah tim seharusnya tak hanya memiliki pertahanan yang baik, tapi juga penyerang yang mematikan. Hal itu yang membedakan MU dengan Barcelona dan Bayern Muenchen. Dua tim terbaik di dunia itu tak hanya memiliki pertahanan yang kuat, tapi juga lini serang yang mematikan. Sedangkan MU hanya memiliki pertahanan yang kuat.

    "Manchester United terlihat tak memiliki kualitas di sepertiga terakhir pertandingan. Tim itu bisa bertahan dengan baik tapi tak memiliki pemain depan yang bisa menciptakan daya magis, maka Anda harus berjuang lebih keras," tuturnya. "Ketika Anda melihat tim-tim terbaik di Eropa: Barca dan Bayern, penyerang mereka bisa membuat perbedaan dalam pertandingan," ujarnya.

    Hasil imbang 0-0 dinihari tadi merupakan hasil imbang kelima MU tanpa gol pada musim ini. Di Liga Champions, Setan Merah hanya memasukkan lima gol dalam lima pertandingan dan kebobolan empat gol.

    DAILYMAIL | FEBRIYAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.