Tak Ada Pemain Cedera, Persib Yakin Kalahkan Pusamania Borneo FC

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persib Bandung, Tantan (kanan) berebut bola dengan dua Pesepakbola Pusamania Borneo, Ponaryo Astaman (kedua kiri) dan Hermansyah Mukhlis (kedua kanan) pada laga kedua babak perempat final Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 26 September 2015. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

    Pesepakbola Persib Bandung, Tantan (kanan) berebut bola dengan dua Pesepakbola Pusamania Borneo, Ponaryo Astaman (kedua kiri) dan Hermansyah Mukhlis (kedua kanan) pada laga kedua babak perempat final Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 26 September 2015. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Surabaya - Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, memastikan semua anak buahnya fit dan siap dimainkan melawan Pusamania Borneo pada babak penyisihan Grup C Piala Jenderal Sudirman di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jumat malam, 27 November 2015.

    Djadjang juga memastikan semua pemainnya tidak ada yang cedera dan tidak ada yang terkena larangan bermain karena akumulasi kartu. “Jadi 22 pemain yang kami bawa ke Surabaya sudah siap bermain,” katanya kepada Tempo seusai latihan di Lapangan Menanggal, Jalan Dukuh Menanggal, Surabaya, Kamis, 26 November 2015.

    Karena semua pemain siap tempur, ucap Djadjang, tim pelatih tidak akan kesulitan menentukan pemain yang akan dimainkan saat melawan tim Pesut Etam--julukan Pusamania Borneo FC. “Kami nanti akan pilihlah,” ujarnya.

    Dengan kondisi fisik dan mental anak-anak asuhnya yang ideal itu, Djadjang optimistis timnya bisa menumbangkan Pusamania. Apalagi, tutur dia, kondisi para pemainnya saat ini lebih baik dibanding dua laga sebelumnya. “Kami cukup optimistis bisa menang. Harapan serta targetnya adakah menang,” katanya.

    Sehari menjelang pertandingan, skuad Maung Bandung--julukan Persib--memilih menjalani latihan ringan. Sebab, sebelumnya, mereka telah menjalani latihan lebih berat. “Yang pasti, kami akan berusaha maksimal di sisa dua pertandingan ini,” ucapnya.

    Pada latihan Kamis pagi, 26 November 2015, Djadjang lebih banyak melatih umpan-umpan lambung serta penyelesaian akhir. Selain itu, tetap ada latihan fisik.

    Sebelumnya, Djadjang menekankan latihan pola serangan dan taktik. Skuadnya dibagi menjadi dua tim sehingga bisa dilakukan simulasi pertandingan dengan menerapkan taktik sesuai dengan yang diajarkannya. Saat itu tidak semua pemain dilibatkan.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.