Piala Sudirman: Arema Vs Persija, Perang Segan Antarpelatih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arema Cronus Alfarizi (kanan) berebut bola dengan pemain Persipasi Bandung Raya (PBR) CH. Rifan (kiri) saat pertandingan babak penyisihan Grup A, Piala Jenderal Sudirman 2015 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, 16 November 2015. Arema kalahkan PBR dengan skor akhir 4-2. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pemain Arema Cronus Alfarizi (kanan) berebut bola dengan pemain Persipasi Bandung Raya (PBR) CH. Rifan (kiri) saat pertandingan babak penyisihan Grup A, Piala Jenderal Sudirman 2015 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, 16 November 2015. Arema kalahkan PBR dengan skor akhir 4-2. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih kepala Arema Cronus, Joko Susilo, mengatakan dia harus menyeimbangkan antara sikap profesional dengan perasaan segan terhadap pelatih yang menangani klub lain dalam Grup A turnamen Piala Sudirman. Tiga dari empat klub pesaing Arema di Piala Sudirman dilatih oleh orang yang selama ini sangat dikenal Joko dan pernah bekerja sama dengan dirinya.

    Persegres Gresik United dilatih Widodo Cahyono Putro, sahabat yang sama-sama menjadi pesepakbola di era 1990-an. Sriwijaya FC dilatih Benny Dolo, arsitek yang membawa Arema Malang menjadi kampiun Copa Dji Sam Soe 2005 dan 2006. Begitu pula Persija, yang saat ini dilatih Bambang Nurdiansyah. Joko pernah bekerja sama dengan Bambang ketika menjadi asistennya di Arema Malang pada 2008.

    Joko akan membawa Arema menghadapi Persija dalam pertandingan Grup A Piala Sudirman Sabtu malam ini, 28 November 2015. “Di luar lapangan tetap ada perasaan enggak enak saat bertemu tim yang ditangani pelatih yang sudah jadi sahabat dan guru saya,” kata Joko, Jumat, 27 November 2015. “Di lapangan saya memang harus bersikap dan bertindak profesional, tanpa mengurangi respek pada yang bersangkutan.”

    Joko, yang lahir di Cepu, Jawa Tengah, 45 tahun silam, itu menganggap Bambang sebagai guru, walau kerja sama mereka sebentar. Saat Arema Malang baru menyelesaikan empat dari 36 pertandingan kompetisi Djarum Indonesia Super League, Bambang mengundurkan diri  dengan alasan Arema Malang dikalahkan Pelita Jaya 0-2  dan bermain imbang 0-0 lawan PSIS Semarang di Stadion Kanjuruhan.

    Pasca pengunduran diri Bambang, PT Bentoel Prima selaku pengelola Arema Malang masa itu kemudian menyerahkan urusan kepelatihan kepada Joko Susilo, Albert Mangantar (pelatih fisik), dan Benyamin van Breukelen (pelatih kiper), sampai akhirnya Gusnul Yakin ditunjuk menggantikan posisi Bambang. “Coach Banur (Bambang) salah satu guru saya. Beliau juga pernah menimba ilmu di Belanda."

    Menurut Joko, tentu saja kemampuan Bambang tidak perlu diragukan lagi. Buktinya Persija berhasil menang dua kali. "Persija sekarang ditangani pelatih yang berkualitas,” ujar Joko. “Materi pemainnya pun berkualitas sehingga kami harus sangat mewaspadai motivasi mereka untuk menang.”

    Persija kini menabung 6 poin dari dua kemenangan beruntun, yakni mengalahkan PBR 2-0 di laga perdana (Kamis, 19 November) dan mengandaskan Sriwijaya 1-0 (Rabu, 25 November). Dua kemenangan ini menempatkan Persija di peringkat kedua klasemen, di bawah Arema Cronus yang mengoleksi 9 poin dari tiga kali menang.

    ABDI PURMONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.