Kisah Zulham dan Zulvin di Piala Sudirman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Zulham Zamrun. TEMPO/Iqbal Lubis

    Pesepak bola Zulham Zamrun. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Surabaya - Lima anak itu setia menunggu di satu sudut di tepi Lapangan Nanggala di Jalan Dukuh Mananggal, Surabaya, Minggu 29 November 2015. Usai para pemain Pusamania Borneo FC latihan, mereka lalu bergerak mendekat. 

    "Kak Zulham, Kak Zulham minta foto dulu ya?” ujar Fauzan, satu anak diantaraya sambil mengeluarkan handphone dari sakunya.

    Yang dipanggil sedikit kikuk. Dia adalah Zulvin Zamrun, pemain bertahan di Pusamania Borneo. "Ini Kak Zulvin. Kalau Kak Zulham mainnya di Persib, bukan Borneo," kata anak yang lain.

    Zulvin pun lalu melepas senyum lebarnya. Dia mengakui sebagai saudara kembar dari Zulham Zamrun, striker Persib Bandung. Pengalaman seperti dengan lima anak itu diakunya kerap terjadi.

    “Banyak yang menganggap saya ini Zulham. Seringlah seperti itu,” katanya usai berfoto bersama lima anak itu.

    Zulvin memaklumi kalau banyak orang yang tertukar menyapa diantara dia dan kakaknya itu. Terutama bagi orang-orang yang baru melihat dan mengenal keduanya. "Sebenarnya, yang membedakan kami fisiknya, Zulham agak gemuk dan saya agak kurus,” kata dia.

    Selain itu, tentu, klub atau tim tempat mereka bernaung. Zulham menjadi satu andalan Persib Bandung, dan bahkan sempat menjadi topskor pada turnamen Piala Presiden lalu. Saat ini, dalam Turnamen Piala Jenderal Sudirman, dia tidak diturunkan karena mengalami cedera, namun namanya tetap terdaftar dalam skuad Maung Bandung.

    Sedangkan adiknya, Zulvin, juga menjadi satu andalan Pusamania Borneo FC meskipun belum pernah mengantarkan timnya juara turnamen. “Sampai saat ini, Zulham tetap dikontrak oleh Persib Bandung, dan tetap masih didaftarkan di Piala Jenderal Sudirman,” ujarnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.