Ini Tiga Pemain Sepak Bola Terbaik di Asia Versi FIFA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persib Bandung, Tantan berebut bola dengan pemain Kitchee FC Hongkong, Kim Taemin pada Laga AFC Cup 2015 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 27 Mei 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pesepakbola Persib Bandung, Tantan berebut bola dengan pemain Kitchee FC Hongkong, Kim Taemin pada Laga AFC Cup 2015 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 27 Mei 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang Uni Emirat Arab (UEA), Ahmed Khalil, dinobatkan FIFA jadi pesepak bola terbaik Asia dalam seremoni mewah di India pada Minggu, mengalahkan pesaingnya, yakni kompatriotnya Omar Abdulrahman dan Zheng Zhi asal Tiongkok. Merekalah tiga pesepak bola terbaik di Asia tahun ini.

    Khalil dihujani konfeti setelah menerima penghargaan dari para petinggi sepak bola Asia dan kandidat pemimpin FIFA, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, pada acara di Gurgaon, dekat New Delhi, lapor AFP.

    Enam gol dari mantan pemain terbaik Asia level junior ini membawa Al Ahli menuju final Liga Champions AFC untuk berhadapan dengan Guangzhou Evergrande. Ia juga menjadi kunci bagi UEA untuk dapat finis di peringkat ketiga pada Piala Asia yang berlangsung pada Januari.

    "Perasaan saya adalah sesuatu yang tidak dapat saya jelaskan. Penghargaan ini bermakna banyak bagi saya. Pencapaian ini bukan untuk Ahmed, ini untuk semua orang di Emirates," kata Khalil kepada para pewarta.

    Kemenangan Khalid menggagalkan kapten Evergrande dan Tiongkok Zheng untuk meraih penghargaan Pemain Terbaik Asia untuk kedua kalinya, juga berarti kekecewaan bagi Abdulrahman, yang memiliki nama panggilan "Amoory."

    Pengatur permainan itu tampil menawan di Piala Asia, tapi penampilan Khalid di Liga Champions AFC membuat ia sedikit lebih menonjol.

    Ia juga mencetak sepuluh gol pada perjalanan kualifikasi UEA untuk Piala Dunia 2018, mendongkrak harapan agar negara itu dapat tampil untuk kedua kalinya di pesta sepak bola terbesar di dunia setelah berpartisipasi di Italia pada 1990.

    Penghargaan Khalid didapatnya sepekan setelah kejadian-kejadian emosional ketika ia digantikan karena kelelahan ketika Al Ahli kalah 0-1 dari Evergrande di leg kedua final Liga Champions AFC.

    "Saya senang mendapatkan penghargaan ini untuk masyarakat UEA dan sepak bola UEA dan klub Al Ahli. Saya berterima kasih kepada manajemen Al Ahli dan tim nasional. Mereka membantu saya mencapai tonggak ini," ucapnya.

    Di antara penghargaan-penghargaan lain, Ange Postecoglou dinobatkan sebagai pelatih terbaik setelah membawa Australia meraih gelar Piala Asia pada Januari dan "Socceroos" juga menjadi tim terbaik pria. "Ini merupakan tahun hebat bagi sepak bola Australia," kata Postecoglou.

    "Saya rasa penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tapi semua orang yang benar-benar bekerja keras, dan bukan hanya timnas, tapi keseluruhan organisasi."

    Penyerang Korea Selatan yang bermain di Tottenham Hotspur Son Heung Min terpilih sebagai pemain internasional terbaik dan penyerang Evergrande asal Brazil Ricardo Goulart merupakan pemain asing terbaik.

    Di bawah peraturan-peraturan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), hanya pesepak bola yang menghadiri acara pemberian penghargaan yang berhak menerima penghargaan sebagai pemain terbaik Asia.



    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.