Semen Padang Daftar Jadi Tuan Rumah 8 Besar Piala Sudirman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Semen Padang merayakan gol yang diciptakan James Koko Lomel (dua kanan) ke gawang Bali United saat pertandingan Babak Penyisihan Grup B Indonesian Championship Jenderal Sudirman Cup 2015 di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, 26 November 2015. Semen Padang berhasil unggul atas Bali United dengan skor 2-0. TEMPO/Johannes P. Christo

    Pemain Semen Padang merayakan gol yang diciptakan James Koko Lomel (dua kanan) ke gawang Bali United saat pertandingan Babak Penyisihan Grup B Indonesian Championship Jenderal Sudirman Cup 2015 di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, 26 November 2015. Semen Padang berhasil unggul atas Bali United dengan skor 2-0. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim sepak bola Semen Padang akhirnya lolos ke babak 8 besar turnamen Piala Jenderal Sudirman. Tim asal Kota Padang ini pun tertarik menjadi tuan rumah babak 8 besar turnamen tersebut.

    "Kami bakal mengajukan Kota Padang sebagai tuan rumah," ujar Direktur Utama Semen Padang FC Daconi, Selasa, 1 Desember 2015.

    Menurutnya, Semen Padang memiliki stadion H Agus Salim yang dikelola pemerintah Kota Padang. Stadion ini layak dijadikan salah satu alternatif penyelenggara babak 8 besar turnamen tersebut.

    Apalagi, kata Daconi, masyarakat Sumatera Barat butuh hiburan dengan menyaksikan secara langsung pertandingan sepak bola. Sebab, sejak kompetisi Liga Super Indonesia dibekukan, masyarakat tidak lagi menikmati pertandingan profesional di Stadion H Agus Salim, Padang.

    Sebelumnya, Mahaka Sports and Entertainment, selaku promotor Piala Jenderal Sudirman, belum memutuskan tuan rumah babak 8 besar. "Kami belum putuskan," kata CEO Mahaka Sports and Entertainment Hasani Abdulgani di Sidoarjo, Senin.

    Menurut dia, sebelumnya pihaknya memilih Bali dan Malang sebagai tuan rumah. Namun Bali yang dihuni Bali United tidak lolos delapan besar. Begitu juga Bandung.

    Meski belum diputuskan, pihaknya memiliki tiga opsi untuk memilih tuan rumah. Pertama, Malang-Sidoarjo menjadi tuan rumah. Kedua, tuan rumah di tempat netral, seperti di Solo-Sleman. Selanjutnya menggunakan sistem home-away.

    Hasani mengatakan, tim yang akan menjadi tuan rumah babak perempat final nantinya bakal kembali mendapat anggaran sebesar Rp 350 juta. Sedangkan delapan tim yang lolos tetap akan memperoleh match fee, seperti menang di waktu normal sebesar Rp 125 juta per pertandingan, tim yang kalah mendapat Rp 75 juta. Tim yang menang adu penalti memperoleh Rp 110 juta dan yang kalah Rp 90 juta.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.