Gagal di Piala Sudirman, Sriwijaya Lemah di Lini Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persipasi Bandung Raya (PBR) Waluyo (kanan) menghalau bola dari kaki pesepakbola Sriwijaya FC Zalnando (kiri) dalam lanjutan pertandingan Piala Jenderal Sudirman Grup A di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 28 November 2015. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Pesepakbola Persipasi Bandung Raya (PBR) Waluyo (kanan) menghalau bola dari kaki pesepakbola Sriwijaya FC Zalnando (kiri) dalam lanjutan pertandingan Piala Jenderal Sudirman Grup A di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 28 November 2015. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Palembang - Klub Sriwijaya FC gagal melewati babak penyisihan Grup A Piala Jenderal Sudirman. Saat ini, pemain sudah meninggalkan Kota Malang sebagai tempat berlangsungnya turnamen yang digagas pemerintah itu.

    Manajemen sedang melakukan evaluasi total atas kegagalan itu. Hal ini dikatakan Achmad Haris, sekretaris tim Sriwijaya, Selasa, 1 Desember 2015. "Semuanya akan kami lakukan evaluasi agar Sriwijaya makin baik," katanya.

    Salah satu yang menjadi evaluasi manajemen adalah pada lini depan. Pasalnya dalam laga di Piala Jenderal Sudirman, asuhan Benny Dollo ini terbilang miskin menjebol gawang musuh. Padahal di sana diisi sejumlah pemain bintang seperti Osas Saha, Ferdinand Sinaga, dan Titus Bonai. Namun demikian Haris tetap menyebut timnya sebagai salah satu klub besar dewasa ini.

    Dalam evaluasi awal, striker asing asal Nigeria, Osas Saha, dinilai belum berkinerja optimal, sehingga ia bakal menjadi pemain pertama tidak akan memperkuat tim di laga berikutnya. Sementara nasib serupa bisa saja menimpa pemain lain bila evaluasi mengharuskan perombakan skuad utama.

    Menurut Haris, yang juga menjabat sebagai asisten manajer, evaluasi merupakan keharusan agar timnya bisa berjaya pada turnamen berikutnya.
     
    Khusus Osas Saha, Haris menyebut pemain tersebut tidak memberikan sumbangan gol sama sekali bagi timnya. Padahal Saha diharapkan dapat membuat banyak gol bagi klubnya.

    Dilanjutkannya, Osas juga dinilai pasif saat bermain di lapangan hijau sehingga terkesan malas memburu bola. "Kita akan segera cari penggantinya."

    Sementara itu asisten pelatih Hartono Ruslan mengatakan evaluasi terhadap kinerja pemain memang suatu keharusan. Hal itu menurutnya sudah menjadi kebiasaan setiap klub profesional termasuk Sriwijaya.

    Kondisi serupa sedang dilakukan kontestan Piala Jenderal Sudirman lain. Evaluasi bertujuan untuk menutup kekurangan yang telah terjadi pada permainan sebelumnya. "Ketika juara sekalipun, evaluasi harus ada,” kata Hartono.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.