Persib Anggap Kualitas Wasit di Piala Sudirman Menurun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persib Bandung Djajang Nurjaman memberi pengarahan saat latihan fisik di Bandung, Jawa Barat, 4 Agustus 2015. Skuad Maung Bandung kembali berlatih untuk menghadapi laga hari jadi Arema Cronous bersama 12 tim profesional lainnya. TEMPO/Prima Mulia

    Pelatih Persib Bandung Djajang Nurjaman memberi pengarahan saat latihan fisik di Bandung, Jawa Barat, 4 Agustus 2015. Skuad Maung Bandung kembali berlatih untuk menghadapi laga hari jadi Arema Cronous bersama 12 tim profesional lainnya. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, menilai kepemimpinan wasit di Piala Jenderal Sudirman kualitasnya menurun dibanding Piala Presiden. Setidaknya itu ia rasakan saat timnya tampil di babak penyisihan Grup C.

    "Kalau boleh saran, dari kepemimpinan wasit kayaknya agak menurun," kata pelatih yang biasa dipanggil Djanur tersebut saat jumpa wartawan seusai pertandingan melawan PS TNI di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Senin, 30 November 2015.

    Menurut Djanur, penilaian itu ia rasakan setelah timnya tiga kali dikalahkan oleh tim-tim yang berada di Grup C. "Ini terasa banget buat Persib," ujarnya. Dari catatan Tempo, Djanur setidaknya dua kali mengeluhkan kepemimpinan wasit.

    Yakni saat dikalahkan Surabaya United dan Pusamania Borne FC. Namun demikian, Djanur tak ambil pusing dengan penilaian kekalahan Persib tersebut. Apalagi harus perlu melakukan protes. "Enggak usalah protes-protesan," katanya.

    Saat ditekuk Surabaya United 0-1, ia mengeluhkan kepemimpinan wasit Kusni asal Samarinda. Menurutnya, kepemimpinan Kusni sangat buruk sehingga mempengaruhi mental pemainnya. "Pasti, secara mental, pemain kami terganggu. Apalagi kekalahan kami tipis," katanya.

    Penilaian itu, kata Djanur, bukan hanya didasarkan pada penilaian tendensius karena timnya kalah oleh Surabaya United. "Karena memang kenyataannya di lapangan membuktikan seperti itu," ujarnya.

    Sebelumnya, induk organisasi sepak bola Indonesia, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), melalui anggota Komite Etik PSSI Haryo Yuniarto menuduh adanya pengaturan skor alias match fixing dalam turnamen Piala Jenderal Sudirman yang bermain di Bali.

    Namun tuduhan itu langsung direspons Mahaka Sports and Entertainment selaku promotor turnamen. "Saya katakan, kalau memang ada bukti, tolong proses ke pengadilan atau kepolisian. Saya pribadi siap meladeni tuduhan itu," kata CEO Mahaka Sports and Entertainment Hasani Abdulgani.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.