Skandal Korupsi, Ini Poin-poin Penting Reformasi FIFA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas FBI membawa monitor komputer setelah melakukan penggeledahan terhadap kantor CONCACAF (Confederation of North, Central America and Caribbean Association Football) di Miami Beach, Florida, 27 Mei 2015. Delapan pejabat FIFA diduga tersangkut kasus korupsi di organisasi itu selama 20 tahun terakhir. REUTERS/Javier Galeano

    Seorang petugas FBI membawa monitor komputer setelah melakukan penggeledahan terhadap kantor CONCACAF (Confederation of North, Central America and Caribbean Association Football) di Miami Beach, Florida, 27 Mei 2015. Delapan pejabat FIFA diduga tersangkut kasus korupsi di organisasi itu selama 20 tahun terakhir. REUTERS/Javier Galeano

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Komite Eksekutif FIFA dalam rapatnya di Swiss pada pekan ini tak hanya berfokus pada penyelesaian skandal korupsi yang menyeret banyak pejabatnya. Mereka juga menyepakati usul Komite Reformasi tentang reorganisasi anggota FIFA. Berikut ini poin-poin penting untuk anggota FIFA dalam laporan setebal 12 halaman.

    1. Setiap asosiasi dan konfederasi anggota FIFA harus mematuhi prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Dengan jaminan ketentuan sebagai berikut :
    - Netralitas dalam hal politik dan agama;
    - Larangan segala bentuk diskriminasi;
    - Menghindari segala bentuk campur tangan politik;
    - Memiliki badan peradilan independen (yang terpisah dari kekuasaan organisasi);
    - Menghormati hukum permainan, prinsip-prinsip loyalitas, integritas,
    sportivitas, dan fair play;
    - Membuat definisi yang jelas tentang kompetensi badan pengambilan keputusan;
    - Menghindari konflik kepentingan;
    - Menghormati prinsip-prinsip demokrasi perwakilan; dan
    - Penyediaan audit independen tahunan terhadap laporan keuangan.

    2. Komite Reformasi ingin mengembalikan bentuk dan meningkatkan tata kelola sepak bola dari atas ke bawah dengan memastikan reformasi tidak hanya di tubuh FIFA, tapi juga asosiasi anggota FIFA. Dan setiap konfederasi juga memiliki prinsip-prinsip pemerintahan yang baik.

    3. Komite Reformasi secara tegas percaya, selain mengusulkan reformasi struktural, elemen kunci dalam proses reformasi secara keseluruhan terdapat pada tingkat yang lebih luas dari "partisipasi" FIFA di semua tingkatan. Partisipasi yang lebih luas dalam mempromosikan demokrasi dan transparansi akan membantu FIFA memodernisasi diri dan untuk menghadapi tantangan masa depan.

    4. Asosiasi anggota FIFA harus lebih terlibat dengan FIFA. Karena itu, FIFA harus mengatur, setidaknya setiap tahun, konferensi yang melibatkan semua asosiasi anggota FIFA untuk menyampaikan nilai-nilai dan misi FIFA serta memperdebatkan isu-isu strategis bagi dunia sepak bola, seperti pengembangan sepak bola, integritas, sosial, tanggung jawab, tata kelola, hak asasi manusia, rasisme, pengaturan pertandingan, kesetaraan gender, perlindungan atlet, pemain sepak bola dini, dan keamanan.

    FIFA | TRI SUHARMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.