Tutup Liga Santri, Persebaya Didukung Ribuan Bonek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan bonek, pendukung Persebaya 1927 melakukan konvoi di jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, (26/1). Konvoi yang di lakukan saat berlangsungnya Kongres PSSI ini untuk menuntut pembubaran Konggres PSSI dan memberikan pengakuan terhadap PSSI 1927. TEMPO/Fully Syafi

    Ratusan bonek, pendukung Persebaya 1927 melakukan konvoi di jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, (26/1). Konvoi yang di lakukan saat berlangsungnya Kongres PSSI ini untuk menuntut pembubaran Konggres PSSI dan memberikan pengakuan terhadap PSSI 1927. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Liga Santri Nusantara 2015 ditutup dengan laga eksibisi antara Indonesia All-Star Legend dan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Ahad malam, 6 Desember 2015. Persebaya yang diperkuat banyak pemain muda unggul 5-1.

    Gol kemenangan Persebaya masing-masing dicetak Cristian Carrasco, Basuki, Aris Afriansyah, dan Ryan. Carrosco mencetak dua gol, yakni gol pertama dan ketiga. Adapun satu-satunya gol Indonesia All-Stars Legend dicetak Kurniawan Dwi Yulianto lewat titik putih.

    Tim Indonesia All-Star Legend diperkuat sejumlah mantan pemain tim nasional dan beberapa eks pemain Persebaya Surabaya di antaranya Bima Sakti, Bejo Sugiantoro, Anang Ma'ruf, Kurnia Sandy, Uston Nawawi, Hendro Kartiko, dan Robby Darwis.

    Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, juga ikut memperkuat tim Indonesia All-Star Legend. Imam bermain sekitar 20 menit di awal babak pertama sebagai striker dengan menggunakan nomor punggung 48.

    Pertandingan eksibisi yang dihelat setelah partai final Liga Santri Nusantara 2015 itu disaksikan sekitar 30 ribu suporter Bonek--sebutan suporter fanatik Persebaya Surabaya. Mereka tampak memadati tribun penonton baik di kelas ekonomi maupun VIP.

    Salah satu pemain Indonesia All-Stars Legend, Kurniawan Dwi Yulianto, mengaku kaget dengan antusiasme Bonek. "Mungkin setelah kegiatan bola jarang ada, jadi mereka antusias. Kaget juga tadi dengan antusias dari suporter yang begitu banyak," ujarnya usai pertandingan.

    Karena itu Dwi berharap kompetisi Liga Indonesia segera kembali digelar. Dia meminta pihak yang menjalankan kompetisi kali ini menjalankan liga dengan bersih, tidak ada lagi ribut-ribut, dan tidak ada lagi mafia bola. "Siapapun pengurusnya, harus punya niat memajukan sepak bola Indonesia," katanya.

    Sebelumnya final Liga Santri Nusantara 2015 mempertemukan tim Pondok Pesantren Nurul Islam Jember dengan tim Pondok Pesantren Al Asyariah Banten. Nurul Islam Jember tampil sebagai juara setelah menang adu penalti 7-6 (2-2).

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.