Liverpool Ditekuk Newcastle, Klopp: Mungkin Orang Tertawa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Newcastle United, Steve McClaren dan pelatih Liverpool, Juergen Klopp memperhatikan pemain-pemainnya bertanding di Stadion St. james Park, Newcastle, 6 Desember 2015. Action Images via Reuters/Lee Smith

    Pelatih Newcastle United, Steve McClaren dan pelatih Liverpool, Juergen Klopp memperhatikan pemain-pemainnya bertanding di Stadion St. james Park, Newcastle, 6 Desember 2015. Action Images via Reuters/Lee Smith

    TEMPO.CO, Jakarta - Liverpool yang performanya tengah menanjak bersama Juergen Klopp mendapat pukulan telak. Pada Ahad malam, The Reds takluk 0-2 di kandang Newcastle United yang kini tengah berkutat di zona degradasi.

    Kekalahan itu mengejutkan karena sebelumnya tim itu terus dipuji setelah berhasil meraih tujuh kemenangan dalam delapan laga terakhirnya, termasuk kemenangan 4-1 atas Manchester City. Kini rentetan hasil bagus itu pupus di St James' Park oleh gol bunuh diri Martin Skrtel dan gol Georginio Wijnaldum.

    Bagi Klopp hasil itu memberi perspektif jelas soal posisi timnya dalam perebutan gelar juara. Sebelumnya, melihat tren penampilan Liverpool, mereka memang sempat disebut-sebut bisa bersaing dalam perebutan gelar juara.

    "Mohon maaf bila seseorang kecewa," kata pelatih asal Jerman ini. "Mungkin seseorang tertawa terkait ini. Kami bukanlah bagian dari diskusi itu (perebutan gelar)."

    Klopp juga tahu banyak suporter yang kecewa. "Saya berharap sebagian orang melakukan hal yang lebih bagus ketimbang melihat kekalahan ini," katanya. "Kini kami harus bereaksi dan belajar dari kesalahan. Saya yakin anak-anak akan melakukannya."

    Kini Liverpool menempati urutan ketujuh klasemen. Posisi mereka bahkan bisa turun satu tingkat lagi bila Everton bisa mengalahkan Crystal Palace malam ini.

    SOCCERWAY | NURDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.