Wajib Melapor ke PSSI, Ini Tugas Komite Ad Hoc  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Delegasi Federation Internationale de Football Assosiation (FIFA) dan The Asian Football Confederation (AFC) saat tiba di Komplek Istana Merdeka, Jakarta, 2 November 2015. Sepak bola Indonesia kini statusnya sedang dibekukan oleh FIFA akibat adanya intervensi dari pemerintah sejak April lalu. TEMPO/Subekti

    Delegasi Federation Internationale de Football Assosiation (FIFA) dan The Asian Football Confederation (AFC) saat tiba di Komplek Istana Merdeka, Jakarta, 2 November 2015. Sepak bola Indonesia kini statusnya sedang dibekukan oleh FIFA akibat adanya intervensi dari pemerintah sejak April lalu. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menunjuk Agum Gumelar sebagai Ketua Komite Ad Hoc Reformasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Komite yang berisi semua unsur pemangku kepentingan sepak bola nasional itu bakal bertugas hingga 31 Desember 2016. "Namun hal itu dapat diperpanjang sampai komite menyelesaikan pekerjaan yang telah ditugaskan kepadanya," tulis FIFA dalam salinan surat keputusannya.

    Surat itu dilayangkan FIFA ke Indonesia pada akhir pekan lalu, setelah mereka menggelar rapat komite eksekutif (Exco) di Zurich, Swiss, Jumat hingga Kamis. Dalam rapat Exco, rekomendasi delegasi FIFA yang berkunjung ke Indonesia pada awal November, yakni membentuk Komite Ad Hoc PSSI disepakati.

    Dalam surat tersebut, FIFA menyebutkan bersama Federasi Sepak Bola Asia (AFC) akan mengawasi seluruh pekerjaan komite dalam membenahi sepak bola Tanah Air. Setiap kemajuan dalam kinerja mereka bakal dilaporkan kepada Exco FIFA. Karena itu, setiap kebijakan Komite Ad Hoc juga diwajibkan, "Melaporkan ke komite eksekutif PSSI," tulis FIFA.

    Berikut ruang lingkup kewenangan Komite Ad Hoc adalah:

    1. Hubungan antarpemain

    - Mendirikan NDRC atau majelis yang bakal menyelesaikan sengketa yang berhubungan dengan hak-hak pemain sesuai ketentuan yang tertuang dalam peraturan, surat edaran, serta statuta FIFA.
    - Meninjau kembali hubungan PSSI dengan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) dan untuk meyakinkan bahwa APPI berisi pemain eksklusif yang diatur oleh PSSI dalam kerangka nota kesepahaman atau dokumen hukum lainnya.
    - Membuat kontrak standar yang harus digunakan oleh seluruh pemain profesional sesuai dengan standar kontrak minimal yang ditetapkan FIFA.
    - Mempertimbangkan hal-hal lain yang menyangkut kepentingan pemain, termasuk asuransi.

    2. Organisasi yang baik

    Komite meninjau statuta PSSI untuk memastikan aturan itu mencapai persyaratan sesuai standar statuta FIFA, termasuk komposisi komite eksekutif PSSI dan Kongres PSSI. Setiap perubahan statuta PSSI seharusnya tidak mempengaruhi kepengurusan yang sekarang. Dalam hal perubahan yang direkomendasikan oleh komite, perubahan ini tidak berlaku sampai jangka waktu kepengurusan komite eksekutif PSSI berakhir.

    3. Liga Profesional

    Meninjau kembali hubungan antara PSSI dan Liga Super Indonesia (ISL) dan merekomendasikan perubahan jika diperlukan untuk membangun sistem lisensi klub yang memenuhi persyaratan FIFA dan AFC, termasuk kriteria A dan B yang terkandung di bawah klub peraturan perizinan FIFA yang saat ini berlaku.

    4. Manajemen Tim Nasional

    Membuat rencana aksi untuk menghadapi event internasional yang akan datang (AFF, SEA Games, dan Asian Games).

    5. Pengembangan Infrastruktur

    Meninjau pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sepak bola nasional.

    FIFA| TRI SUHARMAN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.