Skandal Suap FIFA, FBI Dalami Peranan Sepp Blatter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepp Blatter saat menggelar konferensi pers setelah melakukan pertemuan Komite Eksekutif luar biasa di Zurich, Swiss, 30 Mei 2015. Karena kehilangan hak keanggotaan, seluruh pemain dan tim asal Indonesia dilarang melakukan pertandingan internasional, termasuk terlibat di kompetisi FIFA dan AFC. REUTERS/Arnd Wiegmann

    Sepp Blatter saat menggelar konferensi pers setelah melakukan pertemuan Komite Eksekutif luar biasa di Zurich, Swiss, 30 Mei 2015. Karena kehilangan hak keanggotaan, seluruh pemain dan tim asal Indonesia dilarang melakukan pertandingan internasional, termasuk terlibat di kompetisi FIFA dan AFC. REUTERS/Arnd Wiegmann

    TEMPO.CO, Jakarta - Biro Penyelidik Federal (FBI) menginvestigasi peran Sepp Blatter dalam kasus skandal suap yang melanda badan sepak bola dunia (FIFA).

    Sejumlah bukti mengindikasikan bahwa pengganti Joao Havelange itu mengetahui mengenai gelontoran uang suap ribuan dolar mengalir ke lembaga sepak bola internasional tersebut.

    Dalam sebuah program siaran BBC pada Senin, disebutkan bahwa sejumlah bukti merujuk bahwa Blatter mengetahui aliran suap ribuan dolar AS diterima oleh sejumlah pejabat senior FIFA.

    Ini berkaitan dengan penyelenggaraan turnamen sepak bola pada tahun 1990-an yang diurus oleh  sebuah perusahaan pemasaran di bidang hak penyiaran dan tayangan televisi.

    Havelange harus mengundurkan diri sebagai presiden kehormatan FIFA atas perannya dalam kasus ini, hanya saja Blatter menolak bahwa dirinya mengetahui mengenai aliran dana itu, sebagaimana dikutip dari laman nzherald.com.

    Penyiar BBC itu kemudian mengutip pernyataan yang dikemukakan oleh Blatter bahwa "ia sesungguhnya mengetahui seluruh aktivitas" pembayaran dari lembaga pemasaran tersebut.

    FBI dapat saja meminta kepada otoritas Swiss untuk menindaklanjuti dan memeriksa korupsi di sepak bola itu. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.