Man United Kalah Lagi: Analisa Kelemahan dan Alibi Van Gaal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi bek Manchester United, Daley Blind setelah pemain Wolfsburg, Naldo mencetak gol pada pertandingan Grup B Liga Champions di Volkswagen-Arena, Wolfsburg, 9 Desember 2015. Action Images via Reuters / Carl Recine

    Ekspresi bek Manchester United, Daley Blind setelah pemain Wolfsburg, Naldo mencetak gol pada pertandingan Grup B Liga Champions di Volkswagen-Arena, Wolfsburg, 9 Desember 2015. Action Images via Reuters / Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta -  Manchester United (MU) kembali menelan kekalahan. Setelah tersingkir dari Liga Champions lantaran kalah 2-3 atas Wolfsburg Rabu dinihari lalu, tim asuhan Louis Van Gaal ini ditekuk Bournemouth 2-1 dalam lanjutan Liga Inggris Ahad dinihari WIB, 13 Desember 2015.

    Diwawancarai usai pertandingan, Louis Van Gaal mengatakan dia menyukai sikap pemain-pemainnya. "Tapi itu bukan satu-satunya hal penting--Anda harus tampil dengan cara tertentu," ujarnya.

    Beberapa waktu lalu, Van Gaal mengeluh soal penyelesaian akhir MU. Menurut dia, kalau saja Luis Suarez atau Sergio Aguero ada di depan, peluang-peluang MU akan berbuah menjadi gol.

    Dalam pertandingan melawan Bournemouth, pemain muda MU Anthony Martial berhasil menciptakan dua peluang bagus di awal pertandingan. "Sulit membayangkan dua pemain itu (Luis Suarez atau Sergio Aguero) menyia-nyiakan dua peluang bagus yang dibuat Anthony Martial," tulis penulis BBC, Mike Henson.

    Toh, menurut Henson, masalah MU dalam pertandingan melawan Bournemouth bukan hanya dalam aspek penyelesaian akhir. Daley Blind, bek berpengalaman MU, sempat tidak berada di posisi yang seharusnya hingga pemain Bournemouth, Glenn Murray, bisa masuk ke kotak penalti. Lini tengah MU, tulis Henson, juga sedikit menciptakan peluang. Secara keseluruhan, MU kewalahan menghadapi Bournemouth.

    Sementara itu, Bournemouth punya Junior Stanislas, yang membuat pertahanan MU kerepotan dan berkali-kali membahayakan gawang De Gea--selain menciptakan gol pembuka melalui tendangan sudut  yang brilian. Dialah man of the match dalam pertandingan malam itu.

    Kemenangan Bournemouth atas Chelsea di Stadion Stamford Bridge sepekan lalu, tulis Henson, berkaitan dengan strategi smash and grab raid yang didasarkan pada penguasaan bola hanya 37 persen, pertahanan yang solid, dan eksekusi bagus bola-bola mati. Tapi, saat melawan MU, mereka secara terus-menerus menciptakan bahaya dengan serangan balik. Ini dimotori Sanislas, yang bergerak cepat dan cerdas.

    BBC | GADI MAKITAN  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.