Ini Dalih Benitez Setelah Real Madrid Dikalahkan Villarreal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih baru Real Madrid, Rafael Benitez berbicara dengan Presiden Real Madrid, Florentino Perez saat melihat lapangan stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, 3 Juni 2015. (AP Photo)

    Pelatih baru Real Madrid, Rafael Benitez berbicara dengan Presiden Real Madrid, Florentino Perez saat melihat lapangan stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, 3 Juni 2015. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Real Madrid Rafael Benitez mengkritik pemain-pemainnya setelah mereka ditekuk Villarreal 1-0 dalam lanjutan La Liga di Stadion Estadio Madrigal, Senin dinihari, 14 Desember 2015, waktu Indonesia barat. Menurut Benitez, pemain-pemainnya bermain buruk di babak pertama dan memiliki akurasi yang kurang.

    "Ini memang kadang terjadi," kata Benitez. "Kami bermain buruk di babak pertama. Di babak kedua, kami kurang akurat."

    Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Benitez dimintai tanggapan atas catatan yang dibuat Real Madrid: setelah melalui 15 pertandingan La Liga, mereka mencetak 23 gol lebih sedikit daripada fase yang sama musim lalu.

    "Tim ini memiliki jumlah tembakan yang paling banyak," kata Benitez. "Penjelasan dari situasi ini berhubungan dengan efisiensi. Ini yang harus kami benahi."

    Villarreal mencetak gol pada menit ke-8. Gol bermula saat Luka Modric kehilangan bola. Cedric Bakambu kemudian memberi umpan kepada Roberto Soldado, yang menyarangkan bola melalui kolong kedua kaki kiper Real Madrid, Keylor Navas. Real Madrid tidak mampu menyamakan kedudukan hingga pertandingan usai.

    Menurut Benitez, untuk bisa merebut gelar juara La Liga, timnya harus memenangi banyak pertandingan. "Saat terjadi pengalaman seperti hari ini, kami harus tetap kuat," ujarnya.  

    DAILY MAIL | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.