Diberi Dana Jumbo, Juergen Klopp Ogah Belanja Pemain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurgen Klopp, Manajer Liverpool. Action Images via Reuters/Lee Smith

    Jurgen Klopp, Manajer Liverpool. Action Images via Reuters/Lee Smith

    TEMPO.COJakarta - Manajer Liverpool, Juergen Klopp, menyatakan enggan melakukan pembelian pemain pada bursa transfer musim dingin Januari nanti. Klopp percaya skuad yang ada saat ini sudah cukup baik.

    Laman Mirror menyebutkan, Fenway Sports Group (FSG) sebagai pemilik Liverpool sebenarnya sudah menyiapkan uang besar untuk belanja pemain pada musim dingin nanti. Namun Klopp tampak tak tertarik dengan tawaran uang itu dan memilih memaksimalkan skuad yang ada.

    Liverpool saat ini memang sudah dipenuhi banyak pemain berkualitas. Di lini depan mereka memiliki Christian Benteke, Divock Origi, Daniel Sturridge, dan Danny Ings. Keempat pemain ini dianggap cukup karena Klopp lebih suka bermain dengan satu penyerang saja.

    Sedangkan di lini tengah, Liverpool tampak tak kekurangan tenaga dengan hadirnya Roberto Firminho pada bursa transfer musim panas lalu. Firminho melengkapi duo gelandang asal Brasil yang sudah berada di Anfield sebelumnya, Phillipe Coutinho dan Lucas Leiva. Ditambah Jordan Henderson, Adam Lallana, Emre Can, James Milner, Joe Allen, serta dua pemain muda asal akademi Liverpool--Jordon Ibe dan Joao Carlos Teixeira--lini tengah Liverpool tampak sangat padat.

    Di lini belakang, Klopp juga memiliki stok 9 pemain yang bisa diturunkannya secara bergantian. Satu-satunya lini yang masih kosong adalah penjaga gawang. The Kop hanya memiliki dua penjaga gawang, Simon Mignolet dan Adam Bogdan. 

    Mirror juga menyebutkan Klopp tak meminta kepada FSG untuk berbicara soal kemungkinan membeli sejumlah pemain. 

    MIRROR | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.