PS TNI Disingkirkan Persija, Pelatih: Kami Butuh Pengalaman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persija Jakarta, Rafael Maitimo (kanan), melakukan selebrasi usai mencetak gol di Piala Jenderal Sudirman. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Pemain Persija Jakarta, Rafael Maitimo (kanan), melakukan selebrasi usai mencetak gol di Piala Jenderal Sudirman. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - Persija Jakarta membuka peluang lolos setelah berhasil mengalahkan PS TNI dengan skor 1-0 pada pertandingan sepak bola babak delapan besar Grup D Piala Jenderal Sudirman 2015 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa malam. Bagi PS TNI kekalahan tersebut jadi yang kedua di babak ini, yang membuat mereka tersingkir.

    Persija pada pertandingan pertama kalah melawan Mitra Kukar 1-3, tetapi Rafael Maitimo dan kawan-kawan pada laga kedua mampu meraih tiga poin setelah mengalahkan PS TNI.

    Persija melawan PS TNI yang disaksikan sekitar 10 ribu penonton pendukung kedua kesebelasan. Kedua kesebelasan bermain seru dan menampilkan permainan cepat untuk menciptakan sejumlah peluang ke gawang lawan.

    PS TNI sejak menit awal babak pertama langsung mengambil inisiatif serangan dengan menekan pertahanan Persija. Namun, pemain barisan belakang tim asal Jakarta itu, yakni M. Robby, Maman Abdurrahman, dan Ismed Sofyan masih sulit ditembus pemain depan PS TNI.

    Bahkan, PS TNI pada menit awal babak pertama sudah menciptakan peluang melalui sundulan kepala Erwin Ramdani, tetapi bola melenceng ke kiri gawang Persija. Dimas Drajat juga kembali menciptakan peluang menit 24, tetapi tendangannya juga melenceng tipis kiri gawang Persija.

    Sebaliknya, Persija mempunyai peluang menit 26 melalui tendangan Pandi Lestaluhu, tetapi biola berhasil diselamatkan kiper PS TNI, Dhika Bayangakara, yang bermain tenang, sehingga kedudukan tetap bertahan 0-0 hingga babak pertama usai.

    Persija memasuki babak kedua menghadapi PS TNI dengan tetap bermain konsisten, baik lini depan, tengah, dan belakang, meski salah satu bek andalannya, M. Robby, harus digantikan Gunawan karena mengalami cedera lutut.

    Persija mendapat peluang menit 48 melalui tendangan bebas Ismed Sofyan dari sektor kanan gawang PS TNI, tetapi bolanya berhasil ditepis kiper Dhika sehingga hanya menghasilkan tendangan sepak pojok untuk Persija.

    Namun, Persija dalam satu menit kemudian harus kehilangan kapten Ismed Sofyan, karena diganjar kartu oleh wasit, dua kartu kuning akibat melakukan pelanggaran keras, dan harus meninggalkan lapangan.

    Persija yang harus bermain sepuluh orang sejak menit 49 terus menerima gempuran dari pemain PS TNI, tetapi solidnya penjagaan barisan belakang belum mampu ditembus lawan.

    Persija kemudian memasukkan dua pemain asingnya, Panco yang menggantikan Pandi di lini depan dan Ok Jhon masuk menggantikan Vava Mario di lini belakang, sehingga menambah serangan timnya. Persija yang mengandalkan serangan balik cepat juga sering merepotkan pertahanan PS TNI.

    Kedua tim pertandingan sempat dihentikan sekitar 20 menit karena sejumlah lampu penerangan stadion padam. Namun, wasit akhirnya melanjutkan kembali pertandingan Persija melawan TNI setelah lampu kembali normal.

    Persija kembali mendapat peluang menit 78 melalui tendangan Rafael, tetapi bola berhasil diblok kiper Dhika dan selamatlah gawang TNI.

    Persija baru mendapat peluang menjadi gol melalui hadiah tendangan penalti yang dilakukan Rafael Maitimo menit 87, sehingga kedudukan menjadi 1-0. Hadiah penalti untuk Persija setelah pacho dijatuhkan di kotak penalti oleh seorang pemain belakang TNI.

    PS TNI pada sisa waktu sekitar tiga menit berupaya menggempur pertahanan Persija dan mendapatkan peluang saat injury time melalui tendangan kaki Wawan Febriyanto, tetapi bolanya mampu diblok kiper Andrytani dan selamatlah gawang Persija. Kedudukan 1-0 untuk Persija ini, bertahan hingga babak kedua usai.

    Wasit asal Samarinda yang memimpin pertandingan Pesija melawan PS TNI, Kusni, mengeluarkan kartu kuning untuk Wiganda Pradika, Hendri Apriliyanto, Manahati Lestaluhu, M. Guntur Triaji (PS TNI), dan Syahroni (Persija), sedangkan satu kartu merah untuk Ismed Sofyan (Persija).

    Pelatih PS TNI Suharto A.D. mengatakan timnya banyak pemain muda sehingga masih butuh pengalaman. Mereka sudah bermain penuh semangat dan bekerja keras untuk menciptakan peluang.

    "Anak-anak terlalu ingin cepat-cepat membuat gol sehingga mereka terlihat tergesa-gesa saat penyelesaian akhir. Banyak peluang tidak menghasilkan gol," kata Suharto.

    Asisten pelatih Persija Jakarta, Jan Saragih, mengatakan pemainnya bekerja keras untuk bisa bermain maksimal saat harus bermain hanya sepuluh orang. Mereka bermain konsisten dari babak pertama hingga kedua sehingga sejumlah peluang bisa membuahkan tendangan penalti untuk timnya.

    "Kami membuka peluang untuk bisa lolos ke babak selanjutnya setelah bisa mengalahkan PS TNI," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.