Mourinho Dipecat, Chelsea Cuma Bayar Seperempat Pesangon Mourinho

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Chelsea, Jose Mourinho saat bertanding melawan Dynamo Kiev pada pertandingan Liga Champions di Kiev, Ukraina, 20 Oktober 2015. Mourinho dipecat karena performa buruk Chelsea dengan mencatat sembilan kekalahan dari 16 laga. AP/Sergei Chuzavkov

    Pelatih Chelsea, Jose Mourinho saat bertanding melawan Dynamo Kiev pada pertandingan Liga Champions di Kiev, Ukraina, 20 Oktober 2015. Mourinho dipecat karena performa buruk Chelsea dengan mencatat sembilan kekalahan dari 16 laga. AP/Sergei Chuzavkov

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, dikabarkan tak mau membayar penuh pesangon Jose Mourinho sebesar 40 juta pound sterling atau sekitar Rp 833 miliar. Roman dikabarkan hanya mau membayar tak lebih dari 10 juta pound sterling atau sekitar Rp 208 miliar kepada Mou.

    Laman Daily Mail menuliskan, Abramovich sebenarnya tak mau mengeluarkan duit sedikit pun untuk memecat Mourinho. Alasannya, pelatih asal Portugal itu dianggap telah menyalahi kontrak setelah memecat dokter tim Eva Carniero pada awal musim kemarin.

    Dalam kontraknya, Mourinho memang berhak mendapatkan pesangon 40 juta pound sterling, jika Abramovich memecatnya. Namun, dalam kontrak itu juga dinyatakan klausul 40 juta pound sterling itu bisa dihilangkan, jika pemberhentian itu merupakan kesepakatan kedua belah pihak.

    Sebagai bentuk balas budi, Abramovich pun akhirnya menyetujui Mourinho akan tetap mendapat bayaran sebesar 250 ribu pound sterling atau sekitar Rp 5,2 miliar per pekan hingga dia mendapatkan pekerjaan baru dengan batasan akumulasi bayaranitu tak lebih dari 10 juta pound sterling.

    Mourinho saat ini memang sedang menghadapi gugatan dari Eva Carniero. Eva menggugat Chelsea dan Mourinho sebagai personal karena telah memberhentikannya sebagai dokter tim.

    Kemarin, Chelsea dan Mourinho dikabarkan gagal menyerahkan surat pembelaan terhadap tudingan Eva itu. Mereka juga tidak meminta perpanjangan waktu penyerahan kepada pengadilan hubungan kerja London. Dengan begitu, Eva hampir dipastikan akan memenangkan gugatannya.

    Kisruh ini berawal saat Chelsea bertanding melawan Swansea City pada awal musim kemarin. Saat itu, Eva masuk ke lapangan setelah pemain mereka, Eden Hazard, mengalami cedera dan meminta bantuan tim medis.

    Tetapi langkah Carniero itu tak disukai Mourinho. Dia menilai Eva terlalu naif sebagai tim dokter Chelsea. Sejak saat itu, Eva pun tak diperbolehkan mendampingi Chelsea di semua pertandingan hingga akhirnya di pecat.

    DAILYMAIL | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.