Disebut Jadi Motor Pembangkangan, Fabregas Tuntut Komentator  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Chelsea, Cesc Fabregas, berfoto selfie dengan trofi Capital One. Twitter.com/@Cesc4official

    Pemain Chelsea, Cesc Fabregas, berfoto selfie dengan trofi Capital One. Twitter.com/@Cesc4official

    TEMPO.COJakarta - Gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, dikabarkan mengajukan tuntutan terhadap komentator Patt Nevin. Tuntutan itu terkait dengan ucapan Nevin bahwa Fabregas adalah biang keladi dari kekisruhan di kamar ganti Chelsea.

    Laman Mirror menyebutkan Nevin pernah menyatakan Fabregas adalah pemain yang pernah mengatakan dirinya lebih baik kalah ketimbang menang di bawah asuhan Manajer Jose Mourinho. Komentar itu dinyatakan Nevin dalam sebuah acara di stasiun radio BBC.

    Komentar itu dilontarkan Nevin setelah menyoroti melorotnya performa Chelsea musim ini. Saat itu, pembawa acara BBC, Garry Richardson, mengkritik para pemain senior yang tampak tak peduli terhadap hasil yang Chelsea dapatkan. Nevin pun membalas: "Ya, itu adalah Cesc Fabregas, iya kan?" 

    Tudingan itu semakin memanaskan kondisi di ruang ganti Chelsea setelah dikabarkan timbul keretakan hubungan Mourinho dengan para pemainnya. Mourinho pun menuding para pemainnya telah mengkhianatinya setelah tim tersebut kalah oleh Leicester City 2-1.

    Kondisi ketidakharmonisan pemain dengan pelatih ini membuat Mourinho terdepak dari kursi Manajer Chelsea. Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, pun harus mengeluarkan uang sebesar 10 juta pound sterling untuk mendepak pelatih asal Portugal itu. 

    Akibat tudingan itu, Fabregas menjadi bulan-bulanan penggemar Chelsea. Pekan lalu, dia mendapat cemoohan dari penggemar tim London Biru saat Chelsea menekuk Sunderland 3-1. Para penggemar Chelsea memang masih menginginkan Mourinho melatih.

    Nevin sendiri adalah mantan pemain Chelsea. Pria asal Skotlandia itu pernah memperkuat Chelsea pada era 1983-1988. Nevin disebut sebagai salah satu pemain idola penggemar Chelsea saat itu.

    MIRROR | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.