Wenger: Spekulasi Soal Masa Depan Van Gaal Kurang Ajar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reakasi pelatih Manchester United Louis van Gaal, dan asisten pelatihnya Ryan Giggs saat menyaksikan pertandingan melawan MK Dons di Piala Liga di Stadion MK, Milton Keynes (27/8). Manchester United dihajar MK Dons 4-0. Clive Mason/Getty Images

    Reakasi pelatih Manchester United Louis van Gaal, dan asisten pelatihnya Ryan Giggs saat menyaksikan pertandingan melawan MK Dons di Piala Liga di Stadion MK, Milton Keynes (27/8). Manchester United dihajar MK Dons 4-0. Clive Mason/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah tekanan yang datang dari fan, Manajer Manchester United Louis Van Gaal mendapat dukungan dari sesama manajer, yaitu Arsene Wenger. Bos Arsenal ini tidak senang dengan spekulasi soal masa depan Van Gaal di Manchester United.

    Manchester United belum memetik satu pun kemenangan dalam enam laga terakhir mereka. Dalam pertandingan terakhir pada 19 Desember lalu, United bahkan ditekuk Norwich City 1-2 di Stadion Old Trafford. Fan United pun menyoraki Van Gaal seusai pertandingan.

    Spekulasi beredar soal masa depan Van Gaal di United. Ada isu jajaran manajemen ingin Mourinho menggantikan Van Gaal. Tapi Wenger mengatakan itu bukan sikap yang pantas.  

    "Secara pribadi, saya punya respek besar kepada Louis Van Gaal. Menurut saya, apa yang sedang terjadi di sana adalah sikap yang kurang ajar," ujar Wenger. "Orang ini telah bekerja untuk sepak bola selama 30 tahun dan telah menghasilkan kualitas kerja yang luar biasa."

    Sikap Wenger ini berbeda ketika dia ditanya soal pemecatan Jose Mourinho sebagai manajer Chelsea. Keduanya musuh bebuyutan. Wenger pun memilih jawaban yang halus.

    "Saya hanya akan memberimu jawaban yang bagus," ujar Wenger. "Saya tidak mau menilai situasi di Chelsea. Itu bukan masalah saya dan saya tidak tertarik."



    MIRROR | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.