MU Dihajar Stoke 2-0, Van Gaal di Ujung Tanduk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Manchster United, Wayne Rooney menyapa pelatihnya Louis van Gaal setelah digantikan saat melawan Liecester City pada pertandingan Liga Inggris di King Power Stadium, 29 November 2015. Action Images via Reuters / John Sibley

    Penyerang Manchster United, Wayne Rooney menyapa pelatihnya Louis van Gaal setelah digantikan saat melawan Liecester City pada pertandingan Liga Inggris di King Power Stadium, 29 November 2015. Action Images via Reuters / John Sibley

    TEMPO.CO, Jakarta - Posisi Manajer Manchester United, Louis van Gaal, sangat rawan untuk dipecat setelah United kalah 0-2 melawan tuan rumah Stoke City di Stadion Britannia, Sabtu, 26 Desember 2015. 

    Sebelum pertandingan tersiar kabar Manajer Bayern Muenchen, Josep “Pep” Guardiola, mengatakan tidak akan memilih Manchester United sebaga tempat kerja barunya musim depan demi menghormati Van Gaal. Tapi, bukan berarti posisi Van Gaal aman. Jose Mourinho yang baru saja dipecat dari Chelsea disebut-sebut akan menggantikan pelatih asal Belanda ini.

    Van Gaal seakan sudah menyiapkan tragedi untuk dirinya sendiri dengan membangkucadangkan Wayne Rooney sebelum pertandingan melawan  tuan rumah Stoke City di Stadion Britannia dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu 26 Desember 2015.

    “Saya lebih memilih Ander Herrera (gelandang asal Spanyol) daripada Rooney semata demi kepentingan taktik. Ini bukan keputusan perubahan drastis tapi sudah saya pertimbangkan dalam strategi,” kata Van Gaal sebelum pertandingan kepada Sky Sports. Ia tidak menjelaskan lebih jauh alasan memilih gelandang murni, Herrera, dibandinkan menurunkan Rooney, yang bisa bermain sebagai gelandang maupun penyerang tengah, sejak awal.

    Tapi, tanpa Rooney, United langsung ketinggalan dua gol cepat. Malapetaka ini diawali dengan kesalahan fatal Memphis Depay dalam mengontrol bola.

    Pada hari perayaan Boxing Day –hari olahraga setelah perayaan Natal 25 Desember di Liga Inggris- ini, sebenarnya Van Gaal membutuhkan kemenangan timnya melawan Stoke untuk menjamin posisinya sebagai manajer United.

    Posisi pelatih asal Belanda ini di United terus digoyang setelah klub raksasa tersebut gagal menang dalam beberapa pertandingan terakhir dan tersingkir dari Liga Champions Eropa.

    Tapi, alih-alih menampilkan skuad yang paling dipercayainya, termasuk dengan menurunkan kaptem tim, Rooney, Van Gaal justru menyimpang penyerang senior tim nasional Inggris tersebut di bangku cadangan. 

    Padahal, sebelum pertandingan, Rooney yang berinisiatif memberi pernyataan kepada pers bahwa mereka –para pemain- akan bersatu mendukung Van Gaal dan siap berjuang keras untuk mempersembahkan kemenangan buat manajernya ini. Tapi, Van Gaal justru mengesampingkan faktor kesenioran dan kematangan pengalaman Rooney di lapangan. Dan, benar isyarat tragedi pada awal terjadi di lapangan.

    Dua gol cepat dari Stoke yang dicetak penyerang asal Spanyol, Bojan Krkic, pada menit ke-19 dan penyerang dari Austria, Marko Arnautovic, menit ke-26 benar-benar merontokkan mental pasukan Van Gaal.

    Adakah Depay, anak kesayangan Van Gaal di Piala Dunia 2014, bisa membayar kesalahannya pada awal pertandingan untuk menyelamatkan bosnya? Jawabannya, sampai babak pertama usai, Depay tidak bisa mengulangi kecemerlangannya sebagai pemain debutan di Piala Dunia 2014.

    Posisi Van Gaal sebagai manajer United di ujung tanduk. Dia datang dengan reputasi besar sebagai manajer di Ajax Amsterdam, Barcelona, Bayern Muenchen, dan tim nasional Belanda. Tapi, sekarang bicara tentang hasil terakhir dan ia mengecewakan di Old Trafford.

    Setelah jeda babak pertama, akhirnya Van Gaal menurunkan Rooney sejak start babak kedua. Kapten Setan Merah ini menggantikan Depay. Anthony Martial bergeser ke sayap kiri mengisi posisi yang ditinggalkan Depay.

    Adapun Manajer Stoke, Mark Hughes, memasukkan gelandang asal Belanda, Marco van Grinkel, menggantikan wakil kapten Stoke, Glenn Whelan.

    Rooney berjuang keras dan mungkin pantas diberi kartu kuning atau bahkan merah karena melanggar lawan terlalu keras atau memprotes asisten wasit atau wasit tampak berlebihan. Pada menit ke-64, setelah menerima umpan silang dari Herrera, Rooney menerobos ke dalam kotak penalti Stoke dan memberi umpan kepada Maroane Fellaini yang tak terkawal. Tapi, tendangan gelandang jangkung dari Belgia ini terlalu lemah sehingga dapat dihadang kiper Stoke, Jack Butland, yang memang tampil bagus malam itu.

    Kejadian seperti pada menit ke-64 ini jarang terjadi lagi sampai injury time menit ke-94. Inikah laga terakhir buat Van Gaal di Manchester United? Dengan kekalahan ini, United ada di peringkat keenam sementara dengan nilai 29 dari 18 pertandingan. Sedangkan Stoke di urutan ke-8 sementara dengan nilai 26 dari jumlah laga yang sama. Masih ada 20 pertandingan lagi buat United. Tapi, Van Gaal mungkin bisa tak diberi waktu lagi oleh petinggi United untuk memulihkan kepercayaan.

    HARI PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.