Seri Lawan Watford, Hiddink Sayangkan Gagalnya Pinalti Oscar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih baru Chelsea, Guus Hiddink usai bertemu dengan para pemain Chelsea setelah menyaksikan pertandingan antara Chelsea vs Sunderland di Stamford Bridge, London, 19 Desember 2015. AP/Matt Dunham

    Pelatih baru Chelsea, Guus Hiddink usai bertemu dengan para pemain Chelsea setelah menyaksikan pertandingan antara Chelsea vs Sunderland di Stamford Bridge, London, 19 Desember 2015. AP/Matt Dunham

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Chelsea, menyayangkan hasil imbang 2-2 yang diperoleh timnya saat menjamu Watford dini hari tadi. Menurut dia, Chelsea sebenarnya pantas mendapatkan kemenangan jika saja Oscar tak gagal saat mengambil pinalti.

    "Saya pikir kami bisa mendapatkan hasil lebih baik, kami memiliki sejumlah peluang dan sangat disayangkan Oscar terpeleset saat mengambil pinalti," ujarnya kepada BBC usai pertandingan.

    Dalam pertandingan itu, Chelsea sebenarnya mampu unggul terlebih dahulu melalui Diego Costa pada menit ke-32. Namun, handsball yang dilakukan oleh Nemanja Matic membuat Watford mampu menyamakan kedudukan.

    The Hornets, sebutan Watford, bahkan mampu berbalik unggul pada menit ke-56. Untungnya, Diego Costa mampu menyamakan kedudukan kembali 9 menit berselang.

    Chelsea hampir saja memenangkan laga itu ketika Valon Behrami melanggar Eden Hazard di kotak terlarang. Namun, Oscar yang maju sebagai algojo justru terpeleset dan membuat bola melambung ke atas gawang.

    Hiddink memuji penampilan Costa yang kembali menunjukan ketajamannya. Menurut dia, Costa adalah penyerang yang sangat berbahaya ketika dia mampu tampil fokus seperti dalam pertandingan itu.

    "Diego Costa, ketika dia fokus pada apa yang dilakukannya makan dia akan sangat bagus seperti hari ini," ujarnya.

    Hasil seri ini membuat membuat Hiddink pesimis Chelsea akan mengakhiri musim ini di posisi empat besar. Menurut dia, dengan situasi seperti ini, Chelsea tak hanya bergantung pada dirinya sendiri, tetapi juga bergantung pada tim lainnya.

    "Itu adalah hal yang sulit. Untuk finish di posisi empat besar anda harus memenangkan pertandingan ini dan juga bergantung pada tim lainnya. Tetapi saya ingin agar tim menunjukan ambisi itu hingga hal itu memungkinkan secara matematis," ujarnya.

    BBC|FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.