Hadapi Bournemouth, Wenger Janji Bangkitkan Arsenal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arsenal, Aaron Ramsey (kiri) dan Mesut Ozil (kanan) tampak lesu usai kalah telak atas Southampton dalam laga tandang di Stadion St Mary, Southampton, Inggris, 27 Desember 2015. Akibat kekalahan ini, tim asuhan Arsen Wenger gagal puncaki klasemen Liga Inggris. Getty Images/Christopher Lee

    Pemain Arsenal, Aaron Ramsey (kiri) dan Mesut Ozil (kanan) tampak lesu usai kalah telak atas Southampton dalam laga tandang di Stadion St Mary, Southampton, Inggris, 27 Desember 2015. Akibat kekalahan ini, tim asuhan Arsen Wenger gagal puncaki klasemen Liga Inggris. Getty Images/Christopher Lee

    TEMPO.COJakarta - Manajer Arsenal, Arsene Wenger, tak terkejut saat timnya dicukur Southampton dengan skor 4-0 dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris yang berlangsung di Stadion St Mary’s, Southampton, Ahad dinihari. Wenger juga menolak pendapat bahwa mereka kini di bawah tekanan untuk menghadapi pertandingan berikutnya melawan Bournemouth, Selasa dinihari nanti.

    “Kami kehilangan begitu banyak bola, dan itu menjelaskan kenapa kami kalah dalam pertandingan ini,” kata Wenger, seperti dikutip dari ESPN FC, kemarin. “Namun itu hanya satu aspek saja,” manajer asal Prancis ini menambahkan.

    Wenger sebenarnya berharap timnya menang di laga ini. Dengan begitu, mereka akan menguasai puncak klasemen Liga Primer Inggris. Pasalnya, beberapa jam sebelumnya, Leicester City kalah dari Liverpool.

    Leicester City adalah penguasa puncak klasemen sementara Liga Primer. Mereka hanya unggul 2 poin dari Arsenal. Jadi, jika Arsenal bisa mencuri 3 poin dari Southampton, Wenger dan kawan-kawan akan menggusur Leicester City dari puncak klasemen.

    Ini akan menjadi kado Natal yang indah buat The Gooners—julukan suporter Arsenal. Namun, di luar dugaan, Southampton yang tampil buruk dalam enam laga terakhir mereka, mendadak tampil sangat bagus.

    Tak tanggung-tanggung, mereka empat kali menjebol gawang Arsenal. Gol-gol tersebut dicetak Cuco Martina (menit ke-19), Shane Long (menit ke-55 dan ke-91), serta Jose Fonte (menit ke-69).

    Wenger menuding tiga dari empat gol Southampton tersebut terjadi karena “bantuan” wasit, Jon Moss. “Keputusan wasit sama sekali tidak menguntungkan kami,” kata pelatih asal Prancis ini. “Gol pertama mereka itu sudah offside.”

    Wenger boleh saja mengkritik kinerja wasit. Namun statistik pertandingan ternyata memang menunjukkan jika Southampton lebih mendominasi pertandingan.

    OPTA, lembaga penyaji statistik pertandingan sepak bola, mencatat Arsenal hanya menciptakan 7 peluang dari 64 persen penguasaan bola. Sedangkan Southampton menciptakan 14 peluang dari 36 persen penguasaan bola.

    Dari catatan tersebut, bisa dilihat bahwa Soton--sebutan Southampton--bermain lebih efektif. Karena itu, Manajer Southampton, Ronald Koeman, hanya tertawa saat mendengar kritik Wenger terhadap wasit.

    “Saya suka menganalisis pertandingan. Namun, jika Anda kalah 0-4 kemudian Anda menyalahkan wasit, itu sama sekali bukan cara saya,” kata Koeman. “Dia mengkritik tiga gol kami, lalu bagaimana satu gol lainnya?” pelatih asal Belanda ini menambahkan.

    Kekalahan ini membuat Arsenal tertahan di peringkat kedua klasemen dengan 36 poin. Mereka masih tertinggal 2 poin dari Leicester City di puncak klasemen. Sedangkan Southampton masih tertahan di urutan ke-12.

    Arsenal berpeluang menyalip Leicester City saat mereka menjamu peringkat ke-14, Bournemouth, dalam laga ke-19 Liga Primer di Stadion Emirates, London, dinihari nanti. Sebab, Leicester City baru akan menjalani laga ke-19 mereka melawan Manchester City pada Rabu dinihari nanti.

    “Pada pertandingan berikutnya, kami harus menunjukkan dominasi dan konsistensi sepanjang pertandingan. Kami juga harus bermain di level tertinggi,” kata Wenger.

    Sabtu lalu, Crystal Palace mengakhiri rekor kemenangan beruntun Bournemouth pada tiga pertandingan sebelumnya dengan bermain 0-0.

    Hasil bagus Bournemouth itu harus menjadi perhatian Wenger. Terutama bila tim pendatang baru ini akan berusaha mengatasi kelebihan teknik anak-anak Arsenal dengan permainan yang militan dan keras.

    Pasalnya, selain setengah menyalahkan wasit, Wenger mengatakan mereka kalah karena “tidak suka” dengan gaya permainan Southampton. “Mereka memilih permainan yang sangat langsung dan pendekatan yang sangat fisik,” kata Wenger tentang anak buah Koeman. 

    ESPN FC | FOUR FOUR TWO | TRANSFERMARKT | DWI AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H