Neymar Pindah ke Real Madrid? Ini Daftar Pemain Sebelumnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona, Neymar (kiri), berhadapan dengan kiper Real, Keylor Navas, dalam laga El clasico La Liga Spanyol di stadion Santiago Bernabeu, Madrid, 22 November 2015. Berkat kemenangan ini, Barca naik enam poin di puncak klasemen sementara. AP/Daniel Ochoa de Olza

    Pemain Barcelona, Neymar (kiri), berhadapan dengan kiper Real, Keylor Navas, dalam laga El clasico La Liga Spanyol di stadion Santiago Bernabeu, Madrid, 22 November 2015. Berkat kemenangan ini, Barca naik enam poin di puncak klasemen sementara. AP/Daniel Ochoa de Olza

    TEMPO.CO, Jakarta - Perseteruan Real Madrid dan Barcelona di Liga Spanyol adalah perseteruan yang mendarah daging. Kedua tim bahkan mengharamkan para pemainnya  untuk menyebrang ke tim rival. Lihat saja bagaimana Real Madrid tetap memagari Angel di Maria ketika menjualnya kepada Manchester United. Dalam klausul jual beli itu, setan merah tak boleh menjual lagi di Maria kepada Barcelona.

    Kabar kepindahan Neymar dari Barcelona ke Real Madrid tak ayal membuat fans Barcelona panas. Alasannya, bukan kali ini saja Real Madrid mencoba menggoda bintang mereka. Kepindahan Luis Figo menjadi salah satu transfer yang paling menyakitkan bagi fans Blaugrana.

    Sepanjang sejarahnya, bukan sekali dua kali mantan pemain kedua tim menyebrang. Diantaranya bahkan ada yang menjadi musuh abadi di mantan timnya. Berikut daftar para pemain yang pernah saling menyebrang.

    1.Luis Milla
    Milla merupakan pemain binaan Barcelona. Bergabung pada 1985, Milla sempat tampil sebanyak 54 pertandingan bersama tim Barcelona dan 40 kali bersama Barcelona B. Dia merupakan salah satu pemain andalan pelatih Barcelona Johan Cruyyf saat itu. Dia membawa Barcelona menjadi juara Liga Spanyol pada 1984-1985, Copa del Rey 1989-1990 dan Piala Winners 1988-1989.

    Hubungannya dengan Johan Cruyff meretak pada masa akhirnya di Barcelona. Penyebabnya adalah Milla meminta kenaikan gaji untuk memperpanjang kontraknya. Cruyff menilai nilai kenaikan gaji gelandang bertahan itu tak sepadan dengan perannya.

    Perseteruan itu berakhir dengan perpindahan Milla ke Real Madrid pada 1990. Namun karirnya bersama Real Madrid diawali dengan tak baik. Di musim awal, Milla cedera dan tak banyak mendapat waktu bermain. Cedera parah yang dialami Milla membuat dia lebih banyak bermain dari bangku cadangan, apalagi, pada 1994 Real Madrid mendatangkan Fernando Redondo yang menjadi pilihan utama.

    Milla berhasil membawa Real Madrid merebut gelar Liga Spanyol pada 1994-1995 dan 1996-1997, Copa del Rey 1992-1993 serta Supercopa Spanyol pada 1990 dan 1993.

    2.Bernd Schuster

    Bernd Schuster merupakan salah satu pemain legendaris Barcelona pada era 1980 an. Gelandang asal Jerman ini bergabung bersama Barcelona dari FC Koln pada 1980.  Duetnya bersama Diego Maradona berhasil memenangkan gelar Liga Spanyol pada 1985 bagi Barcelona.

    Schuster menghabiskan 8 musim bersama Barcelona dan berhasil mencetak 63 gol dari 170 pertandingan. Sepanjang karirnya, dia mempersembahkan tujuh gelar buat Barcelona baik di kompetisi domestik maupun kompetisi Eropa.

    Di akhir masa karirnya, hubungan Schuster dengan manajemen Barcelona memburuk. Barcelona pun akhirnya memilih menjual Schuster ke Real Madrid pada 1988. Dia hanya menghabiskan dua tahun bersama Real Madrid namun mampu memperembahkan dua gelar La Liga, satu gelar Copa del Rey dan satu Supercopa Spanyol.

    3. Luis Enrique

    Pelatih Barcelona saat ini, Luis Enrique, juga tercatat sebagai pemain yang pernah bermain untuk kedua tim. Namun, berbeda dengan para pemain lainnya, perjalanan karir Enrique justru dimulai dari Real Madrid.

    Bergabung dari Sporting Gijon pada 1991, karia Enrique di Real Madrid tak begitu cemerlang. Di musim pertamanya, dia hanya bermain 42 pertandingan dan mencetak 5 gol. Sepanjang lima musim bersama Real, Enrique hanya bermain sebanyak 213 kali dan mencetak 18 gol. Dia pun ikut berperan mempersembahkan satu gelar Liga Spanyol, Copa del Rey dan Supercopa Spanyol untuk Real Madrid.

    Penampilannya yang dinilai biasa-biasa saja membuat Real tak memperpanjang kontrak penyerangnya itu. Pada 1996 dia pun pindah ke Barcelona dengan status bebas transfer. Kepindahannya itu sebenarnya tak mendapatkan sambutan yang meriah dari fans Barcelona. Namun, kerja keras Enrique membuat fans Barcelona menerimanya.

    Di musim pertamanya, Enrique langsung mempersembahkan gelar Piala UEFA dan Copa Del Rey. Dua musim berikutnya, Enrique mempersembahkan gelar Liga Spanyol berturut-turut. Total dia mempersembahkan tujuh gelar dalam delapan tahun pengabdiannya di Barcelona. Dia pun gantung sepatu sebagai legenda Barcelona pada 2004.

    4. Michael Laudrup

    Michael Laudrup bergabung bersama Barcelona dari Juventus pada 1989. Bermain bersama Ronald Koeman, Hristo Stoichkov dan legenda Barcelona Pep Guardiola, Laudrup merupakan salah satu bagian dari "Dream Team" Barcelona di tangan Johan Cruyff.

    Laudrup memenangkan 4 gelar Liga Spanyol secara beruntun bagi Barcelona pada 1991-1994 dalam lima tahun karirnya. Dia juga mempersembahkan gelar Copa del Rey pada 1989-1990 dan Piala UEFA 1991-1992.

    Setelah lima tahun bersama Blaugrana, Laudrup secara mengejutkan pindah ke Real Madrid. Yang paling menyakitkan bagi fans Barcelona adalah ketika Laudrup membantu Real Madrid menggagalkan upaya Barcelona memenangkan gelar Liga Spanyol untuk kelima kalinya secara beruntun. Pemain asal Denmark itu hanya bertahan dua musim di Santiago Bernabeu.

    5. Luis Figo

    Transfer pemain diantara kedua klub yang paling menghebohkan terjadi pada tahun 2000. Pemerannya adalah Luis Figo. Figo saat itu menjadi bagian dari kampanye Florentino Perez untuk menjadi Presiden Real Madrid. Kabar yang tersebar sebelum kepastian itu adalah Figo sudah menandatangani kesepakatan pra kontrak dengan Perez.

    Figo berjanji akan pindah ke Real Madrid jika Perez terpilih sebagai presiden dengan imbalan 1,7 juta poundsterling. Perez juga memastikan bahwa dia akan mampu membeli klausa pemutusan kontrak Figo dari Barcelona dengan nilai 44 juta poundsterling saat itu. Jika Perez gagal menjadi presiden, Figo berhak menyimpan 1,7 juta poundsterling. Begitu kira-kira isi perjanjian yang bocor ke publik itu.

    Figo sempat membantah kabar bahwa dirinya sudah menandatangani perjanjian pra kontrak itu. Namun, setelah Perez memenangkan pemilihan Presiden Real Madrid pertengahan Juli 2000, Figo terdiam. Publik Barcelona pun terhentak karena beberapa pekan setelah itu, Real Madrid mengumumkan secara resmi perpindahan Figo.

    Bersama Barcelona, Figo bermain sebanyak 249 kali dan menciptakan 45 gol. Dia mempersembahkan dua gelar liga spanyol, dua Copa del Rey, Satu Supercopa Spanyol, satu gelar Piala Winner dan satu Piala Super UEFA.

    Di Real Madrid, karir Figo semakin meroket. Dia menjadi bagian dari tim Los Galacticos jilid pertama bersama Zinadine Zidane dan David Beckham. Dia membawa Real Madrid menjuara Liga Spanyol dua kali, satu gelar juara Liga Champions, satu gelar Piala Super UEFA dan juara Piala Interkontinental.

    Bersama Real Madrid, dia juga merebut gelar pemain terbaik dunia versi FIFA pada 2001 dan Golden Foot pada 2011 sebagai legenda sepakbola.

    BERBAGAI SUMBER|FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.