Jadi Presiden Brasil, Michel Temer: Percayalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persib Bandung Dejan Antonic (kanan) memberikan instruksi kepada sejumlah pemain saat menggelar sesi latihan di Lapangan Progresif, Bandung, Jawa Barat, 22 April 2016. ANTARA/Fahrul Jayadiputra

    Pelatih Persib Bandung Dejan Antonic (kanan) memberikan instruksi kepada sejumlah pemain saat menggelar sesi latihan di Lapangan Progresif, Bandung, Jawa Barat, 22 April 2016. ANTARA/Fahrul Jayadiputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyusul dilengserkannya Presiden Brasil Dilma Rousseff, Presiden Brasil interim, Michel Temer, berjanji mengembalikan kepercayaan ekonomi di Amerika Latin. Kepala negara yang baru ini pun menyerukan persatuan kepada rakyat Brasil.

    Temer mengatakan tugas utamanya adalah membentuk pemerintahan yang bisa mengembalikan kredibilitas Brasil, sehingga bisa menarik investasi. “Percayalah,” ucapnya dalam pidatonya di Istana Kepresidenan Planalto. “Percayalah nilai-nilai bangsa kita dan kemampuan kita untuk memulihkan perekonomian.”

    Pesan tersebut ia ucapkan beberapa jam setelah dituduh berkhianat oleh mantan pasangannya. Rousseff mengklaim telah dipaksa lengser melalui sabotase, konspirasi, dan kudeta.

    Rousseff lengser dari jabatannya setelah kalah suara. Total 55 suara menyatakan setuju mengadili Rousseff atas tuduhan memanipulasi anggaran, sedangkan 22 suara lain menentang.

    Rousseff dituduh bersalah karena menyembunyikan defisit anggaran negara. Hal ini dilakukan di tengah ekonomi Brasil yang lesu, sehingga tingkat popularitas dan kepercayaan publik terhadap Rousseff menurun.

    Masalah ekonomi menjadi fokus utama dalam pidato pertama Temer sebagai Presiden Brasil. Sebelumnya, ia menjabat Wakil Presiden Brasil yang menjadi pasangan Rousseff.

    Temer berjanji mempertahankan program kesejahteraan bagi keluarga miskin. Meski demikian, ia juga menjadikan keseimbangan ekonomi dan inflasi di bawah 10 persen sebagai prioritas utama.

    Untuk penghematan, Temer bahkan memangkas jumlah kabinet dari 31 menjadi 22. Namun mantan pengacara berusia 75 tahun itu tidak bisa memangkas biaya lain mengingat angka pengangguran ada di dua digit.

    MAYA AYU PUSPITASARI | THE GUARDIAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.