Begini Awal Terbentuknya Kelompok 85 yang Meminta KLB PSSI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umuh Muchtar. TEMPO/Seto Wardhana

    Umuh Muchtar. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.COJakarta - Umuh Muchtar, Manajer Persib Bandung yang menginisiasi terbentuknya Kelompok 85—sekelompok pemilik suara kongres Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)—bercerita bagaimana awal terbentuknya kelompok itu. 

    Awalnya, kata Umuh, terbentuknya sekelompok pemilik suara yang mengatasnamakan diri Kelompok 85 itu bermula dari pertemuan yang diinisiasi oleh Umuh di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada 26 Februari 2016. Sebanyak 49 perwakilan klub dari divisi utama Liga Super Indonesia berembuk membahas masalah kongres luar biasa (KLB) dalam pertemuan itu.

    "Kelompok 85 itu riak-riak dari pertemuan di Ciamis,” kata Umuh saat ditemui Tempo, Rabu, 18 Mei 2016. “Hanya, saya waktu itu juga tidak siap untuk kongres luar biasa dan saya bilang jangan dulu karena tidak memenuhi persyaratan. Akhirnya saya coba-coba telepon lagi dengan mereka semua (voters), dan mereka setuju." 

    Menurut Umuh, Kelompok 85 memiliki hak suara lantaran tercatat sebagai anggota resmi PSSI. Kelompok 85 ini terdiri atas beberapa perwakilan manajemen klub penghuni Liga Indonesia dan perwakilan Asosiasi PSSI Provinsi (Asprov). "Ini semua aspirasi dari para sahabat yang punya suara. Mereka juga punya hak,” ujarnya. 

    Pada Selasa, 3 Mei 2016, Umuh Muchtar memimpin Kelompok 85—yang dalam perkembangannya menjadi 87 pemilik suara—mendatangi kantor PSSI untuk mengajukan surat permintaan diadakannya kongres luar biasa. Adapun agenda kongres itu adalah pemilihan Ketua Umum PSSI baru.  

    Ketua Umum PSSI saat ini, La Nyalla Mattalitti, sedang terjerat kasus korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur. Tugasnya sebagai Ketua PSSI kini digantikan sementara oleh Hinca Panjaitan. 

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.