Portugal Juara, Kontrak Santos Diperpanjang hingga 2020

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih timnas Portugal, Fernando Santos dan pemain unggulan Portugal, Cristiano Ronaldo mengangkat trofi Piala Eropa saat turun dari pesawat setelah memenangkan Piala Eropa mengalahkan Perancis, di Humberto Delgado di Lisbon, Portugal, 11 Juli 2016. REUTERS/Rafael Marchante

    Pelatih timnas Portugal, Fernando Santos dan pemain unggulan Portugal, Cristiano Ronaldo mengangkat trofi Piala Eropa saat turun dari pesawat setelah memenangkan Piala Eropa mengalahkan Perancis, di Humberto Delgado di Lisbon, Portugal, 11 Juli 2016. REUTERS/Rafael Marchante

    TEMPO.CO, Jakarta - Fernando Santos, pelatih Portugal yang membawa negaranya juara Piala Eropa (Euro) 2016 di Prancis, mendapatkan hadiah berupa perpanjangan kontrak hingga Euro 2020. “Kesepakatan baru antara FPF (Federasi Sepak Bola Portugal) dan Fernando Santos akan berlanjut hingga Euro 2020,” demikian pernyataan resmi FPF yang dikeluarkan pada Selasa dini hari WIB (19/7/2016).

    Mantan pemain belakang berusia 61 tahun dan bernama lengkap Fernando Manuel Fernandes da Costa Santos itu menangani timnas negaranya sejak 2 tahun lalu setelah Portugal tersisih di fase grup Piala Dunia 2014 di bawah arahan pelatih Paulo Jorge Gomes Bento.

    Di ajang yang digelar di Brasil itu, Santos melatih Yunani dan berhasil membawa timnas negara tersebut untuk pertama kalinya lolos dari fase grup di ajang Piala Dunia sepanjang sejarah. Sebelumnya, pada Piala Dunia 1994 dan 2010, tim berjuluk Galanolefki itu selalu gagal lolos ke babak knock out.

    Dalam final Euro 2016, Portugal tampil sebagai juara setelah mengawali turnamen tersebut dengan hasil yang sangat meragukan di mana hanya bisa lolos ke babak 16 besar sebagai salah satu dari empat tim peringkat ketiga terbaik dari enam grup.

    Bahkan, Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro dan kawan-kawan hanya mampu meraih tiga kali imbang di fase grup dan menjadi satu-satunya tim yang lolos ke fase knock out tanpa satu kali pun meraih kemenangan.

    Catatan kemudian malah menunjukkan Portugal hanya satu kali meraih kemenangan dalam waktu normal yakni 2-0 melawan Wales dib semifinal untuk melaju ke laga puncak Euro 2016. Di final pun, Portugal mengalahkan tuan rumah Prancis dengan skor tipis 1-0 lewat perpanjangan waktu.

    Bertanding dalam final di Stade de France yang merupakan markas Timnas Prancis, Portugal membekuk tuan rumah lewat gol Ederzito Antonio Macedo Lopes, pemain berdarah Guinea-Bissau, negara di Afrika bagian barat, pada menit ke-109.

    Hebatnya, Eder baru masuk pada menit ke-79 menggantikan Renato Sanchez dan Portugal pun harus bermain tanpa Ronaldo yang terpaksa keluar lapangan akibat cedera sejak menit ke-25 dan digantikan Ricardo Quaresma.

    Dengan kondisi demikian, Portugal terus menerus berada di bawah tekanan tuan rumah, namun serangan Prancis yang dipimpin top skor turnamen Antoine Griezmann gagal menembus barisan belakang Portugal yang dikomandani Pepe. Pemain Real Madrid yang sebenarnya kelahiran dan berdarah Brasil bernama asli Kepler Laveran Lima Ferreira itu akhirnya dianugerahi Man-of-the-Match.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.