Guardiola Keok dalam Debutnya Bersama City, Ada 4 Kesimpulan Penting

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih dan mantan pesepakbola asal Spanyol, Pep Guardiola berpose di depan stadion Etihad usai diresmikan menjadi pelatih terbaru Manchester City di Manchester, Inggris, 8 Juli 2016. Pep menggantikan Pellegrini yang dianggap tidak mampu memberikan piala bagi Mabchester City. (Barrington Coombs/Getty Images)

    Pelatih dan mantan pesepakbola asal Spanyol, Pep Guardiola berpose di depan stadion Etihad usai diresmikan menjadi pelatih terbaru Manchester City di Manchester, Inggris, 8 Juli 2016. Pep menggantikan Pellegrini yang dianggap tidak mampu memberikan piala bagi Mabchester City. (Barrington Coombs/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Manchester City takluk 1-0 dalam uji coba di kandang Bayern Muenchen, Kamis dinihari, 21 Juli 2016, WIB. Gol Erdal Oeztuerk dalam laga itu memastikan Josep Guardiola mengalami pengalaman menarik: melakukan debut tak maksimal di klub barunya karena dikalahkan mantan klubnya.

    Dalam pertandingan ini, Guardiola masih kehilangan 13 pemain seniornya karena mendapat libur tambahan setelah tampil di Piala Eropa atau Copa America, termasuk Sergio Aguero, David Silva, Nolito, Raheem Sterling, dan Joe Hart.

    Berdasarkan pertandingan ini, setidaknya ada beberapa hal yang bisa disimpulkan tentang Guardiola dan kiprahnya di City.

    1. Guardiola percaya pada pemain muda
    Ia menurunkan lima pemain remaja dari akademi Manchester City sebagai starter dalam laga ini. Ia memilih menurunkan pemain senior, seperti Yaya Toure, Gael Clichy, dan Wilfried Bony, sebagai pengganti. Guardiola juga menurunkan pemain baru Alex Zinchenko yang juga masih berusia remaja.

    2. Guardiola bisa mengandalkan Yaya Toure
    Musim lalu, gelandang asal Pantai Gading ini kerap dikritik karena performanya yang menurun. Sorotan untuknya menjelang kedatangan Guardiola juga cukup besar karena ia pernah dibuang pelatih itu saat di Barcelona. Tapi Toure tampaknya siap membuktikan diri. Ia tampil di babak kedua dengan badan yang lebih kurus dan performa yang lebih garang.

    3. Guardiola meneruskan kebiasaannya mengubah posisi pemain
    Saat ia melatih Barcelona, pergeseran posisi pemain seperti sudah jadi hal lumrah. Setiap pemain bahkan dituntut bisa bermain di lebih dari satu posisi. Hal itu tampaknya juga akan diberlakukannya di City. Dalam laga ini, ia menempatkan Aleksandar Kolarov sebagai bek tengah.

    4. Formasi 4-3-3 bukan harga mati
    Seperti saat di Bayern Muenchen, Guardiola terbukti mampu beradaptasi dan menyesuaikan formasi 4-3-3 yang menjadi ciri khasnya di Barcelona ke dalam formasi lain. Di City, hal itu juga berlaku. Dalam laga debutnya bersama CFity, ia memakai formasi 4-2-3-1. Berikut ini susunan pemainnya.
    Caballero (Gunn 46); Maffeo, Adarabioyo, Kolarov (Bytyqi 66), Angelino; Fernando (Toure 55), Fernandinho (A.Garcia 73); Navas (Celina 55), Zinchenko (Delph 46), Barker (Clichy 46); Iheanacho (Bony 46).

    MIRROR | DAILY MAIL | NURDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.