Ibrahimovic Rebut Nomor Punggung Martial, Selanjutnya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Swedia Zlatan Ibrahimovic, bertepuk tangan seusai pertandingan yang berakhir imbang 1-1 melawan Irlandia pada pertandingan grup E Piala Eropa di Stade de France, Saint-Denis near Paris, 13 Juni 2016. AP/Christophe Ena

    Penyerang Swedia Zlatan Ibrahimovic, bertepuk tangan seusai pertandingan yang berakhir imbang 1-1 melawan Irlandia pada pertandingan grup E Piala Eropa di Stade de France, Saint-Denis near Paris, 13 Juni 2016. AP/Christophe Ena

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedatangan Zlatan Ibrahimovic ke Manchester United mulai mengancam keberadaan penyerang muda Anthony Martial. Pada awal musim ini saja, Ibra langsung merebut nomor punggung 9 yang digunakan Martial musim lalu.

    Kepastian itu dikemukakan sendiri oleh Ibra melalui akun media sosial Instagram miliknya. Dia mengunggah foto tampak belakang kostumnya dengan nomor 9 dan namanya di atas nomor itu. "Saya memilih nomor 9," tulisnya dalam keterangan foto itu.



     


    I chose the number 9 @manchesterunited



    A photo posted by IAmZlatan (@iamzlatanibrahimovic) on Jul 21, 2016 at 11:33am PDT



    Menarik melihat persaingan Ibra dan Martial di lapangan setelah pendatang baru itu mampu mengalahkan Martial dalam hal penggunaan nomor punggung. Nomor 9 merupakan nomor keramat karena pernah digunakan legenda United, Bobby Charlton, dan penyerang subur United pada era akhir 90-an, Andy Cole.  

    Dalam laman resminya, Manchester United mengeluarkan daftar nomor skuadnya untuk musim depan. Martial, yang tergusur, memilih nomor punggung keramat 11 yang terkenal digunakan oleh Ryan Giggs. Musim lalu, nomor itu digunakan oleh Adnan Januzaj yang kini memilih nomor 8.

    Spekulasi berkembang setelah Mancheter United tak memasukkan nomor punggung 6 dalam daftar skuad itu. Rumor yang berkembang di media Inggris menyebutkan bahwa nomor tersebut akan digunakan Paul Pogba yang pembeliannya masih dalam proses negosiasi.

    DAILYMAIL | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.