Boaz Bertekad Jaga "Tradisi" Tak Pernah Kalah di Madura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persepam Madura United. ANTARA/Saiful Bahri

    Persepam Madura United. ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO, Bangkalan - Laga pekan ke-14 Indonesia Soccer Championship antara Madura United dan Persipura Jaya Pura akan menjadi ajang pembuktian tim mana yang paling konsisten. Anak asuh Gomes De Oliveira, pelatih Madura United, ingin menjaga konsistensi tak pernah kalah di kandang selama kompetisi bergulir serta ingin menyapu bersih poin selama Juli.

    Adapun Boaz Solossa dan kawan-kawan bertekad menjaga “tradisi” belum pernah kalah saat bertandang ke Madura di semua kompetisi atau turnamen. Namun tekad saja tidak cukup. Sebab, dalam dua pertandingan terakhir, Persipura menuai hasil kurang maksimal. Tim itu dikalahkan Persib Bandung di kandang sendiri dengan skor 2-0 dan bermain imbang 1-1 dalam lawatannya ke Pulau Borneo melawan Persiba Balikpapan.

    "Sebagai pemain bola, saya sudah memperoleh hasil buruk. Kami datang ke Madura untuk meraih poin," kata Boaz seusai latihan sesi terakhir di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat, 29 Juli 2016.

    Selain ingin meraih poin, ujar Boaz, Mutiara Hitam—julukan Persipura—datang dengan misi menjaga tradisi belum pernah kalah di Madura. Meski Begitu, Boaz menyadari hal itu tidak akan mudah karena skuad Madura United saat ini tengah dalam performa terbaik. "Kami akan berikan yang terbaik untuk Persipura," ucapnya.

    Sementara itu, pelatih Persipura, Jafri Sastra, menuturkan tren positif Madura United tidak akan jadi kendala bagi timnya untuk meraih poin penuh dalam laga yang berlangsung Sabtu malam, 30 Juli 2016. Apalagi, kata dia, dalam sesi latihan terakhir, semua anak asuhnya dalam kondisi fit, siap tempur. "Madura dalam performa terbaiknya, tapi kami akan fokus bagaimana memenangi pertandingan," ujarnya.

    MUSTHOFA BISRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.