Napoli Gaet Arkadiusz Milik untuk Gantikan Higuain  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arkadiusz Milik. REUTERS/Kacper Pempel

    Arkadiusz Milik. REUTERS/Kacper Pempel

    TEMPO.CO, Jakarta - Napoli sudah menemukan penyerang pengganti Gonzalo Higuain yang hijrah ke Juventus. Striker muda asal Polandia, Arkadiusz Milik, berhasil diboyong Napoli dari Ajax Amsterdam, Selasa, 2 Agustus 2016.

    Kedatangan Milik terhitung mengejutkan. Nama striker berumur 22 tahun itu disebutkan di paling akhir dalam daftar pemain Napoli pada musim mendatang. Saat namanya dikumandangkan di Stadium San Paolo, kandang Napoli, para suporter langsung riuh menyambutnya.

    Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait dengan harga yang disepakati Ajax dan Napoli atas kepindahan Milik. Namun hal ini telah dikonfirmasi Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis. Lewat akun Twitter pribadinya, ia mengatakan "Benvenuto Milik #ADL" atau "Selamat datang Milik #ADL".

    Milik lewat akun Twitter pribadinya pun menegaskan kepindahannya. "Napoli, hari ini kita memulai episode baru. Saya percaya saya bisa memberi Neapolitans banyak kesenangan. Forza Napoli," cuitnya dalam bahasa Italia.

    Milik ikut memperkuat Polandia dalam turnamen Piala Eropa 2016. Ia berduet dengan striker Bayern Muenchen, Robert Lewandowski, dan mampu membawa Polandia hingga babak perempat final.

    Di Ajax pada musim lalu, ia mencetak 21 gol. Ia menjadi top scorer ketiga di bawah striker AZ Alkmaar, Vincent Janssen, dan striker PSV Eindhoven, Luuk de Jong.

    Napoli harus kehilangan Gonzalo Higuain setelah menyetujui nilai jual pemain itu sebesar 90 juta euro dengan Juventus. Striker asal Argentina itu menjadi penyerang paling subur di Napoli, juga di Seri A, pada musim lalu. Duetnya dengan Lorenzo Insigne sukses membawa Napoli duduk di peringkat kedua.

    EGIADYATAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.