Leroy Sane Resmi Berseragam Manchester City  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Leroy Sane. goal.com

    Leroy Sane. goal.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Manchester City mengumumkan telah merekrut Leroy Sane dari klub Jerman, Schalke 04. Penyerang timnas Jerman itu adalah pemain kelima yang didatangkan City dalam bursa transfer pemain 2016.

    Sane sepakat menandatangani kontrak berdurasi lima tahun, sehingga akan tetap berkarier di Stadion Etihad hingga 2021.

    "Saya merasa benar-benar baik, saya senang berada di sini dan gembira saat semuanya berhasil. Sekarang saya bisa menetap di sini, di Manchester, dan bermain untuk City," kata Leroy Sane, dilansir oleh situs resmi Manchester City, Selasa petang.

    "Salah satu alasan saya memutuskan bergabung dengan City adalah Pep Guardiola. Ia meyakinkan saya untuk datang ke sini," kata Sane. "Saya mengikuti Pep di Barcelona dan Bayern Muenchen, di mana ia mendapatkan banyak hal dan bekerja sangat baik dengan pemain muda."

    "Saya pikir, dia bisa membuat saya menjadi pemain yang lebih lengkap. Saya pikir, saya akan membutuhkan sedikit waktu untuk memulai karena ini adalah liga lain, dan ada gaya bermain yang berbeda," kata Sane. "Saya yakin saya bisa beradaptasi dengan sangat cepat."

    Dikenal sebagai salah satu talenta muda cemerlang, Sane juga dinilai sebagai pemain yang cepat dan cerdik. Ia bisa bermain di kedua sayap, sebagai nomor 10 (penyerang), atau false nine.

    "Dia adalah pemain dengan bakat spesial. Saya pikir pendukung kami akan menikmati penampilannya," kata Guardiola.

    "Dia memiliki kemampuan taktis yang besar, nyaman saat menguasai bola, dan cara dia bermain sepak bola dikagumi orang-orang. Dia cepat, senang menciptakan peluang untuk orang lain, bekerja keras untuk tim, dan mencetak gol," kata Pep. "Dia juga memiliki sikap yang sangat positif dan cocok dengan skuad kami."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.