Ranieri Pontang-panting Menjaga Keutuhan Leicester  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manajer Leicester City Claudio Ranieri, berserta dengan pemainnya Danny Simpson, Kasper Schmeichel, Riyad Mahrez, Andy King, Danny Drinkwater Leonardo Ulloa, Jamie Vardy dan Robert Huth saat mengikuti parade kemenangan timnya meraih juara Liga Inggris di Leicerster, 16 Mei 2016. Reuters / Darren StaplesL

    Manajer Leicester City Claudio Ranieri, berserta dengan pemainnya Danny Simpson, Kasper Schmeichel, Riyad Mahrez, Andy King, Danny Drinkwater Leonardo Ulloa, Jamie Vardy dan Robert Huth saat mengikuti parade kemenangan timnya meraih juara Liga Inggris di Leicerster, 16 Mei 2016. Reuters / Darren StaplesL

    TEMPO.COJakarta - Claudio Ranieri sukses membawa Leicester City menjuarai Liga Primer Inggris musim 2015-2016. Banyak yang menyebut kesuksesan ini sebagai keajaiban. Maklum, The Foxes—julukan Leicester City—hanya tim kecil. Mereka bahkan harus berjuang keras untuk terhindar dari zona degradasi pada musim sebelumnya.

    Tangan dingin Ranieri sukses menorehkan rekor baru bagi Leicester, yakni meraih trofi Liga Primer untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Namun perjuangan Ranieri ternyata belum usai. Setelah kesuksesan meraih gelar Liga Primer, kini tugas besar lain telah menantinya, yakni menjaga keutuhan tim.

    Maklum, banyak klub kini mengincar para pemain Leicester. Arsenal, misalnya, mengincar Jamie Vardy. Klub asal London ini merayu Vardy dengan uang sebesar 20 juta pound sterling atau Rp 345 miliar. "Saya berterima kasih kepada Vardy karena dia memilih bertahan bersama kami," kata Ranieri seperti dikutip dari ESPN FC. "Dia mengambil keputusan yang sangat tepat."

    Vardy adalah tulang punggung kesuksesan Leicester. Ia mencetak 24 gol di ajang Liga Primer musim lalu. Tak mengherankan jika Ranieri begitu bahagia dengan keputusan Vardy. Namun senyum pelatih berusia 62 tahun ini tak bertahan lama. Sebab, sepekan setelah penolakan Vardy, pemain gelandangnya, yakni N'Golo Kante, justru pindah ke Chelsea.

    Kante memutuskan hengkang setelah The Blues—julukan Chelsea—mengiming-imingnya dengan banderol 30 juta pound sterling atau Rp 518 miliar. Harga ini dua kali lipat dari harga Kante.

    Ranieri pun meradang. Apalagi kepergian Kante juga akan disusul Riyad Mahrez. Dia adalah mesin gol kedua bagi Leicester. Mahrez mencetak 17 gol dan 10 assist dalam 37 pertandingan di Liga Primer musim lalu. Saat ini Mahrez telah mendapatkan tawaran secara resmi dari Arsenal. The Gunners—julukan Arsenal—membujuknya dengan harga 37 juta pound sterling atau Rp 639 miliar.

    "Riyad Mahrez sedang pusing dengan semua rumor dan spekulasi yang sangat masif tentang dia," kata Ranieri. "Sangat penting baginya untuk bertahan bersama kami."

    Sampai Selasa sore, Mahrez belum mengambil sikap. Pada saat bersamaan, muncul tawaran lain dari Tottenham Hotspur untuk Danny Drinkwater.

    Danny Drinkwater adalah pemain gelandang yang juga menjadi tulang punggung Leicester saat meraih gelar Liga Primer. Ia kini dilirik Tottenham Hotspur.

    "Spurs telah menyiapkan dana sebesar 20 juta pound sterling untuk mendatangkan Drinkwater," demikian tulis harian Inggris, The Sun, Selasa. "Ranieri harus bergerak cepat untuk mengamankannya."

    Ranieri memang harus supercepat dan lincah. Sebab, ia harus mengamankan dua pemainnya sekaligus, yakni Riyad Mahrez dan Danny Drinkwater.

    Pada saat yang sama ia juga harus mempersiapkan timnya untuk tur pramusim. Kamis dinihari, ia bahkan sudah harus menghadapi Barcelona dalam laga uji coba yang akan digelar di Friends Arena, Solna, Kamis dinihari.

    Barcelona adalah salah satu tim elite Eropa. Musim lalu, tim berjulukan Blaugrana tersebut sukses mengawinkan gelar La Liga dan Copa del Rey. Musim sebelumnya, Barcelona bahkan meraih treble.

    Jadi laga ini sangat penting bagi Ranieri untuk melihat kekuatan timnya sekaligus memprediksi peluang timnya di Liga Champions musim depan.

    Untuk itu, ia harus memastikan konsentrasi Mahrez dan Drinkwater tidak terganggu oleh isu transfer. Sebab, untuk melawan Barcelona, mereka harus fokus 100 persen.

    ESPN FC | THE SUN | MIRROR | DWI AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.