MU Juara Community Shield, Pemain Anyar Bersinar, Mata Marah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemain Manchester United berpose usai keluar sebagai juara Piala FA Community Shield di stadion Wembley, London, Inggris, 1 Agustus 2016. MU juara usai kalahkan Leicester City dengan skor akhir 2-1. REUTERS

    Sejumlah pemain Manchester United berpose usai keluar sebagai juara Piala FA Community Shield di stadion Wembley, London, Inggris, 1 Agustus 2016. MU juara usai kalahkan Leicester City dengan skor akhir 2-1. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Manchester United menjuarai Community Shield setelah mengalahkan Leicester City 2-1 di Stadion Wembley, London, Ahad malam. Laga ini ditandai tampilan apik dua pemain anyar United, Zlatan Ibrahimovic dan Eric Bailly, serta kemarahan Juan Mata karena diganti. 

    Ibra, yang baru didatangkan dari PSG, menjadi penentu kemenangan United dengan sundulannya, setelah sebelumnya gol Jesse Lingard disamakan Jamie Vardy. Ia dipasang sebagai striker tunggal ditopang tiga gelandang.

    Bailly juga menjadi starter di laga ini dan berduet dengan Daley Blind. Ia tampil oke dan berhasil mematikan pergerakan para pemain Leicester, seperti Vardy dan Riyad Mahrez. 

    Baca: MU Juarai Community Shield, Mourinho: Ini untuk Van Gaal

    Pelatih United Jose Mourinho senang dengan penampilan kedua Ibra dan Bailly. "Zlatan akan lebih berbahaya ketika kami tampil dominan dan lebih dekat dengan kotak penalti," katanya. "Dia bukan pemain yang berbahaya ketika bermain di area 50 meter. Dia butuh mereka (rekan setimnya) untuk mampu menopang dia dan kami harus mengubahnya. Permainan tim ini memang terkait dominasi pertandingan dan merebut bola lagi."

    Mourinho juga senang melihat aksi Bailly di lini belakang. "Bailly adalah lawan sempurna untuk mereka (penyerang Leicester) karena dia sama cepatnya seperti mereka," kata pelatih asal Portugal itu. "Anda pasti bakal bertanya ketika kami membeli pemain dari level berbeda. Cara mereka bermain sangat bagus, tapi Blind membuat penampilannya lebih tenang." 

    Dalam laga itu, Mourinho mengganti Juan Mata dengan Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-93. Gelandang Spanyol yang baru diturunkan pada menit ke-63 itu pun tampak marah. Kondisi ini jadi bahasan menarik seusai laga, terutama karena saat di Chelsea, Mata juga tersingkir dari skuad Mourinho.

    Mourinho menyebut pergantian itu karena kebutuhan. "Dia bermain sangat baik, dia memang sesuai dengan kebutuhan saya. Peraturan mengizinkan enam pergantian, dan saya ingin menghentikan pertandingan itu untuk mengulur-ulur waktu. Saya punya lebih dari satu pemain dan saya harus menarik keluar pemain paling pendek," katanya. 

    "Saya tahu akan banyak bola-bola panjang di ujung pertandingan dan lemparan ke dalam. Tentu saja saya tidak akan menarik keluar Ibrahimovic atau Fellaini. Mata adalah salah satu pemain paling kecil," kata Mourinho lagi. "Dia sangat marah tapi mereka terus menggempur. Kami ingin menang dan pada akhirnya semua senang."

    SOCCERWAY | NS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.